EKSPOSKALTIM.COM - Keberadaan bocah 10 tahun yang diduga tenggelam di laut Tarakan masih misterius. Pencarian telah menginjak hari ketujuh pada Minggu (16/7) ini.
Ruang lingkup pencarian kian luas hingga 17 mil laut dari garis pantai, namun korban tak kunjung ditemukan. Sebelumnya pada Senin (7/10) lalu, Badan SAR Nasional (Basarnas) Kaltim-Kaltara menerima informasi bocah 10 tahun bernama Novta Tino Noel (10) tenggelam di sekitar perairan Pelabuhan Feri Juwata Laut, RT. 08 Kota Tarakan, Kaltara.
Kala itu korban sedang berenang bersama lima orang rekannya pada sekira pukul 12 siang. Sejurus kemudian personel Pos SAR Basarnas Tarakan langsung menggiatkan misi pencarian.
"Karena sudah akan memasuki Agustus yang cenderung angin maupun arus bergerak dari selatan. Kemungkinan besar membawa korban keluar dari area yang lebih jauh.
Pencarian harus dilaksanakan dengan sangat cermat agar korban tidak sampai keluar wilayah Tarakan," ungkap Kepala Basarnas Kaltim Kaltara Mujiono didampingi Octavianto Kepala Seksi Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Kaltim/Kaltara, siang tadi.
Kendala lain, kata Octa, banyak bakau di sekitar lokasi kejadian yang memungkinkan korban tersangkut di salah satu bagiannya. "Tumbuhan tersebut berada di sepanjang pesisir selatan perairan Tarakan," ujarnya.
Sejauh ini berbagai unsur dan alat utama SAR gabungan telah diterjunkan. Pada sore ini pihaknya akan melakukan evaluasi bersama keluarga korban apakah pencarian diteruskan atau tidak.
Sejak pukul 05.30 pagi tadi, unsur SAR Gabungan melaksanakan penyisiran di sepanjang wilayah selatan, pesisir Tarakan hingga perairan Bulungan kawasan Bunyu dan Tanah Kuning. "Selama tujuh hari operasi pencarian kami stand by 24 jam di posko Dermaga Juwata Laut," kata Octa.
Unsur SAR yang terlibat mencakup Basarnas, Lantamal XIII, TNI AL Juwata, Polres, dan BPBD Tarakan beserta keluarga korban.

