EKSPOSKALTIM.COM - Ada yang menarik saat rombongan Bupati Ismunandar beserta istri Wakil Ketua DPRD yang juga ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kutim Encek UR Firgasih saat menikmati kuliner bakso Soni di Kota Bandar Lampung.
Asyik menyantap makanan, perhatian mereka tertuju pada sekelompok pengamen jalanan. "Yah ini memang bakso favorit kami, di sini karena kuahnya gurih pentol bakso sapi teksturnya lembut," terang Ismunandar.
Ditemani kedua putri tercintanya Seza dan Chika yang juga para kader pembinaan PKK Kutim mereka bergegas menghampiri pengamen jalanan yang memainkan musik bukan menggunakan alat musik modern akan tetapi tradisional. Seperti gendang dan angklung.
Ismu terkejut saat tembang lawas favoritnya, yaitu "aku rindu" dan "my way" dimainkan oleh mereka. "Kalian sangat kreatif sekali, turut melestarikan alat musik tradisional nadanya terdengar enak tak kalah dengan nada alat musik modern dipertahankan yah adik-adik," puji Ismu.
Spontan kelompok pengamen jalan langsung berseru. "Siap pak bupati dan ibu, kami sangat menghargai dan sangat menjunjung tinggi kearifan lokal termasuk seni dan budaya," jawab mereka dengan serentak.
Merasa terhibur baik bupati dan ibu bupati langsung memberikan sejumlah uang tunai untuk dapat dipergunakan dalam mendukung profesi sekelompok pengamen jalanan tersebut. Ismu memandang jika pekerjaan pengamen jalanan bukanlah suatu pekerjaan rendahan.
"Selagi mengamennya benar dan halal tidak memaksa meminta bayaran kita harus menghormati dan hargai. Apalagi mereka memainkan alat musik tradisional," tuturnya.
Sejurus kemudian rombongan bupati yang usai pelaksanaan penutupan Hari Keluarga Nasional yang ke- 24 tahun yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani bertolak ke Jakarta untuk segera kembali ke Kutai Timur.

