EKSPOSKALTIM, Bontang - Lonjakan penumpang sejak libur Idulfitri lalu rupanya tak dibarengi ketersedian alat keselamatan pada kapal yang mengangkut penumpang ke pulau beras basah, seperti jaket pelampung.
Mayoritas armada angkutan Asosiasi Penyedia Jasa Transportasi Wisata Laut (APJTWL) Bontang masih kekurangan life jacket. Sejauh ini ada 60 armada kapal yang mampu memuat 7 sampai 50 orang penumpang dengan ukuran 2 sampai 7 Gt.
Ketua APJTWL Bontang Muhammad Tamrin memastikan seluruh kapal tersebut masih dalam kondisi layak dan siap melaut. “Kami memang selalu melakukan pengecekan rutin. Kapal yang kurang memadai tegas kami larang untuk berlayar. Hanya saja memang kami akui kekurangan life jacket ini,” jelas dia.
Untuk satu kapal berkapasitas 10 penumpang, kata Tamrin, hanya memiliki 5 sampai 6 buah life jacket yang berfungsi untuk mengecilkan jumlah korban jiwa jika kecelakaan laut terjadi ini. “Idealnya satu kapal ukuran itu memiliki 13 life jacket termasuk untuk awak kapal dan cadangan,” jelas dia via seluler, Sabtu (15/7) kemarin.
Tamrin yang baru menahkodai asosiasi ini berencana akan mengajak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Bontang untuk duduk bersama mencari jalan keluar atas masalah klasik itu. “Dengan meningkatnya pengunjung ke Beras Basah tentu akan meningkatkan hunian hotel juga kan,” jelas dia.
Sementara mengenai kondisi Beras Basah, Tamrin tak menampik jika kondisi cuaca belakangan waktu ini kian tak menentu. “Walau cuaca kurang baik standar kapal kami semua aman. Hanya saja waktu tempuhnya yang agak lama, ya kira-kira 40 menit. Hari ini (kemarin) ada 13 kapal yang berlayar mengangkut penumpang,” kata Tamrin.
Sebagai informasi puncak lonjakan penumpang ke Beras Basah sempat terjadi pada H+1 sampai H+6 Idulfitri lalu. “Ada peningkatan penumpang dari tahun lalu sekitar 40 persen,” jelas pria yang juga menahkodai KM. Rama Jaya ini, salah satu armada wisata menuju Beras Basah.
Tamrin mengatakan rata-rata dalam sehari ada 1.000 -1.600 orang dengan sebanyak 100 kapal yang pulang-pergi. “Alasan mereka karena waktu itu masih libur Idulfitri, anak sekolah belum pada masuk,” ujar dia. Pelancong ke Beras Basah sejauh ini didominasi asal Samarinda, Tenggarong, Kutim, Balikpapan.

