Lebah. Satu dari sekian hewan yang menjadi nama surat dalam Alquran; An-Nahl. Mantan Wali Kota Bontang dua periode, Andi Sofyan Hasdam, mengulas sifat lebah dalam ceramah jelang berbuka di PDAM Tirta Taman Bontang, Senin (19/6).
KEUTAMAAN lebah menjadi penyambung silaturahmi Andi Sofyan Hasdam bersama khalayak saat berbuka puasa bersama. Direktur PDAM Tirta Taman Suramin memang pernah meminta mantan “penguasa” Bontang era 2001-2011 itu untuk mengisi tausiyah.
Kesempatan itu datang saat magrib hari ke-24 Ramadan 1438 H, tahun ini. Mendung menggelayut menjelang magrib. Nuansa putih memenuhi halaman Kantor PDAM Tirta Taman sejak pukul 17.30 Wita. Masyarakat, keluarga besar PDAM, bersama awak media sudah bersiap mengikuti serangkaian acara sore itu.
Direktur PDAM Suramin memberikan sedikit sambutan disambung Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Setelah sambutan dan didaulat memberikan penghargaan serta tali asih kepada Rahman, salah satu pegawai PDAM yang memasuki pensiun, wali kota pamit menghadiri acara yang sama di kediamannya.
Di awal ceramah, ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltim ini bercerita tentang kewajiban membayar zakat fitrah. Waktu 15 menit yang disediakan pembawa acara rupanya belum habis. Setelah salam dan bergegas turun “panggung”, waktu berbuka puasa masih 8 menit lagi. Dokter yang memegang lisensi spesialis saraf ini sontak “manggung” lagi.
“Takut honornya lebih besar dari pembaca doa,” kelakarnya yang disambut tawa hadirin.
Kembali ke ceramah lebah. Hewan jenis serangga ini satu dari banyak hewan yang memang memiliki keistimewaan disebut dalam Alquran. Lebah, kata dia, hanya mau hinggap di tempat-tempat tertentu dan bersih. Hanya akan mendatangi bunga, buah-buahan atau tempat-tempat bersih lain yang mengandung bahan madu. Cerminan sifat lebah yang pertama ini haruslah juga dimiliki manusia, kata dia.
“Sore ini buka puasa bersama, malam Tarawih, besok jangan sabung ayam,” candanya.
Karena hanya hinggap di tempat-tempat bersih, lebah hanya akan menghasilkan sesuatu yang bersih, yaitu madu. Cairan kental dan manis ini sudah awam sangat bermanfaat bagi manusia. Hidup lebah yang bersih dan menghasilkan kebaikan tidak hanya bagi dirinya, juga mahluk Tuhan lainnya, adalah contoh kebaikan kedua bagi manusia.
Apa saja yang dihinggapi lebah, buah, bunga, ranting pohon tidak akan rusak. Lebah tahu sopan santun tidak merusak apa yang memberikan keuntungan padanya. Poin ini juga harusnya dimiliki manusia. Beretika ketika menginginkan sesuatu dan tidak mementingkan diri sendiri.
Di balik banyaknya manfaat dan kebaikan dalam diri lebah, bukan berarti hewan ini tidak bisa menyakiti. Asal, tidak diganggu, katanya. Siapa saja yang mencoba merusak rumah lebah, sambungnya, pasti akan “dicium” lalu meninggalkan sakit yang luar biasa.
“Coba saja lempar sarangnya. Pasti akan dikejar dan digigit,” ujarnya.
Kata dia, perumpamaan-perumpamaan kebaikan dalam lebah ini sangat cocok ada di dalam diri pemimpin. Dokter yang pernah menjadi dosen luar biasa Akper Pemda Kaltim dan Akper Muhammadiyah Samarinda yang kini mengikuti penjaringan bakal calon wakil gubernur untuk kenduri demokrasi tahun depan mengilhami betul apa yang disampaikannya dalam ceramah.
Di sela makan malam setelah memimpin magrib berjamaah, ia sedikit bercerita tentang kondisi Kaltim. Kebangkrutan ekonomi, katanya, mengawali topik. Ketergantungan negeri kaya sumber daya alam akan minyak, gas dan batu bara akan sangat menyiksa. Dalam bukunya berjudul Visi Kaltim 2025 yang ditulis 2006 silam, ia memprediksi 2030 nanti Kaltim akan kesulitan ketika minyak, gas dan batu bara habis.
Bagaimana kondisnya sekarang?. Sumber ketiga komoditi andalan daerah ini kini memang masih banyak. Namun gelombang anjloknya harga jual sejak beberapa tahun ini saja sudah membuat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) jungkir balik.
Bumi Mulawarman, menurutnya, perlu pemimpin kreatif dan berani keluar dari ketergantungan sektor migas kepada sektor ekonomi terbarukan.
“Contohnya, kelapa sawit. Jutaan hektare sawit harusnya menjadi pertimbangan pemerintah menggalakkan industri turunan, tidak hanya Crude Palm Oil,” tegasnya.
Sofyan tampak sedih melihat kondisi Kaltim kini. Bumi yang memiliki sejuta kekayaan sejatinya bisa memberikan sejuta manfaat bagi masyarakatnya. Seperti lebah yang menghisap manis bunga dan mengeluarkan manis madu. Seperti lebah yang marah rumahnya dirusak.

