EKSPOSKALTIM, Mahulu - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu), dalam waktu dekat akan melakukan pemangkasan terhadap jumlah tenaga kerja kontrak (TKK).
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Wene Frida Kayang menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan penilaian intensif dari segi kedisiplinan, loyalitas, dan inovasi para TKK.
"Pemangkasan yang dilakukan akan mengacu penilaian. Kita juga tidak bisa pangkas begitu saja, karena ini mengangkut kemanusiaan," kata Frida, Kamis (8/6) siang.
Awal 2017, dikatakan Frida, pihaknya sudah sempat melakukan uji kompetensi, dan tes psikologis terhadap TKK. "Namun penilaian tak cukup mengacu dua item saja. Ada penilaian-penilaian lainnya yang perlu kita lakukan. Team work, inovasi baru dan lainnya. Agar tidak mentok disitu aja pengetahuan sebagai TKK," tuturnya.
Ia juga menambahkan, TKK yang dibutuhkan hanya yang patuh terhadap setiap peraturan yang ada. Menurutnya, tujuan melakukan perekrutan TKK, yakni bisa membantu meringankan beban kerja pada setiap instansi, bukan hanya sekedar direkrut.
"Buat apa kita pertahankan kalau jarang turun kerja. Percuma dibayar kalau kerjanya tidak berdasarkan kriteria yang dibutuhkan," tukasnya.
Selain penilaian, Frida mengatakan, saat ini pihaknya juga tengah melakukan evaluasi mengenai kebutuhan di setiap OPD terkait TKK. "Siapa tau hanya butuh satu sementara yang ada banyak, kan mubazir. Kita tunggu bulan ini pengumumannya hasil penilaian terhadap TKK," pungkasnya.
Dari data Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan (BKPP) Pemkab Mahulu sampai sekarang telah memperkerjakan sebanyak 2,8 ribu tenaga kerja kontrak. (Adv)

