EKSPOSKALTIM, Bontang- Sejak tanggal 1 Mei 2016 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang sudah mulai melakukan pendataan dengan mendatangi rumah-rumah, kantor, serta tempat-tempat usaha yang ada di Kota Bontang, dengan menerjunkan lebih dari dua ratus petugas sensus yang tersebar di beberapa wilayah Kota Bontang.
Sejak hari pertama hingga libur panjang berlangsung, semua petugas BPS turun ke lapangan mendatangi daerah tugasnya masing-masing. Menurut Andi Syafruddin (PML Sensus Ekonomi), sejauh ini kendala yang dihadapi hanya pada persoalan kurang nyamannya masyarakat ketika di tanya soal pendapatan. Kendati demikian, kata Andi, petugas belum menemukan adanya kendala berarti yang menghambat proses pelaksanaan pendataan.
“Saat ini sudah sekitar 30% pendataan yang sudah dilakukan.Proses pendataan di mulai dari tanggal 1 Mei s/d 31 Mei 2016 mendatang,” ucap Andi
Lanjut ia menambahkan, untuk keperluan survei dan sensus ekonomi, petugas diharuskan ke lapangan guna mendapatkan data yang akurat dari para pelaku usaha, maupun rumah tangga yang menjalankan bisnis atau usaha baik offline maupun online.
"Masyarakat selaku responden, kita harapkan dapat memberikan data yang akurat, dan data masing-masing responden akan dirahasiakan sesuai dengan peraturan sensus ekonomi Undang-Undang Nomor 16 tahun 1997," katanya.
Dengan adanya peraturan perundang-undangan tersebut, ia berharap pelaku usaha ataupun rumah tangga dapat memberikan data dengan sejujur-jujurnya, sehingga data ekonomi yang sebenarnya dapat tercapai.
"Akan sangat disayangkan, apabila responden tidak bersedia memberikan datanya, kerugiannya tidak tercatat sekian potensi ekonominya. Kalau masyarakat memberikan data dengan penuh kesadaran, maka gambaran perekonomian kita akan mendekati kebenaran," tutupnya.

