EKSPOSKALTIM, Bontang– Sering terjadinya kecelakaan di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Sekretaris Dinas Tata Ruang Kota Bontang Maksi Dwiyanto mengatakan, pihaknya berencana akan melakukan program penataan terkait badan jalan, dan akan di tindak lanjuti dengan penertiban sesuai peraturan dan prosedur tata ruang dalam Peraturan Walikota (Perwali).
“Sebelum dilakukan penertiban, kami akan melayangkan surat peringatan (SP) pertama hingga SP 3. Namun apabila SP 3 diterbitkan dan tidak ada respon dari para Pedagang Kaki Lima (PKL), maka secara otomatis kami akan lakukan pembongkaran,” ungkapnya, saat ditemui dikantornya, Sekambing, Bontang Lestari, Senin (9/5/2016)
Ia menambahkan terkait penertiban PKL pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang.
“Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP pada saat penertiban, unit teknis kami akan mendampingi Satpol PP di lapangan,” tukasnya.
Ia menambahkan, para pedagang harus mundur kebelakang, setidaknya memberikan layanan kepada publik yang terdepan, seperti tempat parkir yang nyaman agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Kan kita harus menggunakan cara yang manusiawi, kami ingin pedagang-pedagang tersebut tetap eksis di tempat itu,” ujar Maksi.
Lanjut Maksi, PKL akan diberi waktu sekitar tiga bulan, setelah tiga bulan PKL tidak mengindahkan surat peringatan tersebut maka akan dilakukan pembongkaran.
“Mau ndak mau kalau mereka masih tidak mau mundur ke belakang, yang turun adalah peratutan daerah (Perda). Karena mereka bukan pemilik lahan, jadi mereka tidak bisa diterbitkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB),” ujarnya
Maksi juga menambahkan, tahun 2016 ini Dinas pekerjaan umum (DPU) sudah memberikan sinyal. Jika perencanaannya sudah siap, di Anggaran perubahan sudah bisa di anggarkan dan di tahun ini bisa dilaksanakan.
“Kedepannya Dinas Tata Ruang akan memperluas Jalan tersebut selebar 2 meter kiri dan 2 meter kanan, akan menjadi manfaat jalan, setelah itu baru milik parkir mereka. Termasuk pohon-pohon dan trotoar yang ada di situ, otomatis pada saat pelebaran jalan akan di bongkar,” tutupnya

