EKSPOSKALTIM, Mahulu - Dalam waktu dekat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu akan memulai terobosan baru. Karena biaya transportasi sungai selama ini dirasa cukup membebani masyarakat, empat buah speed boat akan disiapkan bagi masyarakat yang hendak menggunakan transportasi sungai dari ataupun menuju Mahulu.
"Segmennya sebenarnya secara umum. Tapi kita punya skala prioritas khusunya menyasar bagi masyarakat yang kurang mampu," kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Mahulu Toni Imang, Selasa (4/3/2017) siang.
"Sementara kita masih lakukan kajian-kajian terkait sebelum launching," tambahnya.
Program cuma-cuma untuk masyarakat Mahulu tanpa terkecuali ini, rencananya akan dilaunching pada Hari Ulang Tahun (HUT) Mahulu ke-2 pada 20 Mei mendatang.
Sebagai tahap persiapan, saat ini Dishub Mahulu sendiri tengah melakukan pelbagai kajian terkait operasional moda transportasi gratis ini.
"Pelaksana (operator) dari pihak ketiga. Kami akan lelang terlebih dahulu. Sebelum launching semoga selesai proses lelangnya," tambah kadishub. Lelang sendiri bakal melibatkan masyarakat yang memiliki usaha speed boat.
Otomatis aktifitas hilir-mudik di kawasan Hulu Mahakam nantinya diperkirakan akan meningkat. Maka, Toni menambahkan pihaknya juga tengah melakukan kajian terkait standar keselamatan berlayar, manifest penumpang, maupun kelayakan armada beserta pengemudi speed boat sendiri.
Sekedar diketahui untuk merealisasikan program ini Dishub memperkirakan akan menyewa sedikitnya 4 armada speed boat yang akan mengangkut penumpang guna hilir-mudik Mahulu-Kubar.
Armada-armada tersebut nantinya akan disandarkan di dermaga sentral yang berada di Ujoh Bilang dan Long Bagun. Rute Long Bagun akan melayani masyarakat menuju kawasan hulu atau pedalaman seperti Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Sementara rute Ujoh Bilang melayani menumpang menuju Dermaga Tering di Kubar.
"Masing-masing speed boat secara bergantian akan mengangkut masyarakat," tambah Toni.
Selain itu, Kadishub menambahkan, berdasarkan kajian yang dilakukan pihaknya belum ada satupun daerah yang menerapkan penggratisan angkutan air seperti di Mahulu nantinya. "Kami masih mencari referensi terkait program yang sama. Setahu kami memang belum ada satu pun daerah yang memberlakukan pengratisan moda transportasi air seperti ini," jelasnya.
Meski demikian Kadishub sendiri belum berani membeberkan hasil kajian terkait biaya operasional dari kerja sama pengratisan angkutan sungai dengan pihak ketiga ini. "Nanti akan kita sampaikan saat launching," tambahnya.
Diwartakan sebelumnya terbentuk sejam 2013 silam, Mahakam Ulu menjadi kabupaten yang paling belia di Bumi Etam. Sampai kini, kondisinya tak jauh beda. Akses termudah ke perkampungan utama Suku Dayak bagian selatan itu masih sukar dilalui kendaraan roda dua apalagi roda empat.
Moda transportasi angkutan air atau taksi air menjadi andalan. Tapi, butuh sehari semalam untuk sampai di ibukota, Ujoh Bilang dengan taksi air.
Tapi dengan taksi air, biaya relatif murah, yakni berkisar Rp 100 ribu. Sementara menggunakan speed boat biayanya bisa tiga kali lipat. Tergantung nego lagi. Untuk kendaraan roda dua ditarif berkisar Rp 150 ribu. Diluar itu ada biaya lebih yang harus disiapkan untuk sekedar memindahkan sepeda motor ke dalam kapal, yaitu Rp 100 ribu untuk upah buruh angkut.

