EKSPOSKALTIM, Bontang- Industri asuransi menunjukkan tren positif seiring tumbuhnya kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap bisnis ini.
Pertumbuhan ini juga dipicu pulihnya harga komoditas beberapa sektor di pasar global. Contohnya, sektor energi migas dan batu bara yang mulai menunjukkan gairah.
Salah satu yang menunjukkan pertumbuhan signifikan, PT BNI Life Insurance (BNI Life) yang hingga akhir 2017 optimistis memperoleh pertumbuhan positif. Pertumbuhan ini disebut 20 persen lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan premi industri yang dipatok Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).
Tahun lalu, BNI Life membukukan perolehan premi Rp4,75 triliun. Naik 46 persen dibanding 2015 yang mampu menyerap premi sebesar Rp 3,25 triliun.
“Kami optimistis meneruskan tren positif setelah pencapaian 2016 yang terus tumbuh,” ujar Direktur Utama BNI Life Budi T A Tampubolon.
Strategi peningkatan kinerja pada 2017 dilakukan dengan memperluas layanan melalui empat saluran distribusi, yaitu Bancassurance, Employee Benefits, Agency dan Syariah. Dalam catatan BNI Life, layanan Bancassurance disebut menjadi penyumbang terbesar.
Selain itu, BNI Life juga gencar menggarap Secondary Cities yang memiliki potensi bisnis yang besar sekaligus memperbesar ruang penetrasi asuransi dengan melaksanakan program literasi keuangan dan pengenalan risiko-risiko hidup bagi masyarakat.
Kaltim menjadi salah satu wilayah yang menjadi fokus pengembangan bisnis. Beberapa kota sebagai penggerak perekonomian Bumi Etam yang menjadi target, yakni Balikpapan, Samarinda dan Bontang. Merujuk data BPS Kaltim, perekonomian Kaltim menyumbangkan persentase paling tinggi dari struktur perekonomian Pulau Kalimantan pada 2016, yaitu 51,01 persen.
Membaiknya harga beberapa komoditas di pasar global, khususnya komoditas energi seperti batubara dan gas alam serta komoditas pertanian di pasar global maupun regional membuat perekonomian Kalimantan Timur mulai menggeliat.
“Melihat potensi yang dimiliki Kaltim khususnya Bontang, BNI Life berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnisnya di Kaltim. Sekaligus memperkuat penetrasi financial literacy sehingga masyarakat dapat memahami pentingnya investasi, khususnya melalui asuransi dan mulai mengatur manajemen keuangan," papar Budi.
Sejumlah perusahaan industri besar di Kaltim disebut Budi telah menjalin kerja sama. Hal ini tidak lepas dari produk dan layanan yang menjadi unggulan BNI Life mendapatkan kepercayaan perusahaan. Salah satu nilai lebih adalah kemudahan pengurusan klaim yang hanya memakan waktu 27 menit.
“Program pengurusan klaim ini telah diakui dan dirasakan manfaatnya dan mereka menyatakan kepuasan atas layanan klaim tersebut. Kami berharap dengan produk unggulan yang kami tawarkan, BNI Life bisa menjadi pilihan asuransi bagi masyarakat Kota Bontang," tutupnya.

