22 Agustus 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Polwan Cantik yang Pernah Merawat Bayi Korban Sandera


Polwan Cantik yang Pernah Merawat Bayi Korban Sandera
Briptu Widya Astuti Arsyad

EKSPOSKALTIM, Bontang- Polisi Wanita (Polwan) cantik yang kini bertugas di Polres Parepare ini pernah mendapatkan pengalaman berbeda semasa menjadi bagian dari keluarga besar Polisi Republik Indonesia (Polri).

Briptu Widya Astuti Arsyad, kelahiran Parepare 8 September 27 tahun silam ini pernah merawat seorang bayi yang baru berusia 9 hari. Waktu itu, kata dia, ibu sang bayi tengah menjalani pemeriksaan terkait laporan utang-piutang yang menyebabkan si bayi menjadi korban sandera.

Jiwa keibuannya pun timbul. Membawa bayi tersebut ke ruang kerjanya untuk mengganti popok sang bayi sembari menidurkannya.

“Pada waktu itu kami menangani kasus soal utang-piutang dan bayi perempuan itu dijadikan sandera. Nah, saat interogasi berlangsung saya berinisiatif untuk membawa bayi tersebut ke ruangan untuk mengganti popok hingga sang bayi tertidur pulas,” kenang perempuan yang hobi olahraga voli ini kepada Ekspos Kaltim, Kamis (9/3).

Selain berjiwa sosial, anak pertama dari 4 bersaudara pasangan Muh Tahir Arsyad (alm) dan Nurhaeny (44) ini juga punya bakat menyanyi.

Hal ini dibuktikan dengan menjadi salah satu personil Vocal Group Diva Bharanita (Polwan Idol) saat ia bertugas di Mabes Polri 4 tahun silam (2011-2014).

“Iya itu sewaktu baru dinas di kepolisian pernah menjadi salah satu personil Diva Bharanita (grup vokal Polri) di Mabes Polri, mulai tahun 2011 sampai dengan 2014. Lalu pindah ke Polda Sulsel, Polres Pangkep dan sekarang di Polres Pare-Pare,” terang ibu Muhammad Alif Al-Farizi (1,8).

Sejak membulatkan tekad menjadi seorang polisi guna mengabdikan diri sebagai pengayom dan pelayan masyarakat menjadikan kebanggaan tersendiri yang dirasakan alumni SMA Negeri 4 Pare-Pare ini. Sebab, kata Widya, meski waktu untuk bersama keluarga terlebih dengan anak semata wayangnya sangat terbatas, namun ia tetap menikmati dan bangga menjadi seorang polisi yang berguna untuk banyak orang.

“Saya tidak pungkiri bahwa selama saya menjadi seorang polwan waktu bersama keluarga dan anak semata wayang saya terbatas. Namun di sisi lain saya bangga menjadi polisi karena bisa berguna bagi banyak orang. Dan itu impian, tanggung jawab dan alasan saya ingin menjadi seorang polisi. Dan semoga dengan semua ini Polri semakin dicintai masyarakat,” tukasnya.  

Reporter : Ndi    Editor : Benny Oktaryanto

Apa Reaksi Anda ?

100%0%0%0%0%0%0%0%



Comments

comments


Komentar: 0