PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sering Ditolak, Kenalkan KB lewat Lagu-Lagu Populer atau Demo Masak

Home Berita Sering Ditolak, Kenalkan ...

Sering Ditolak, Kenalkan KB lewat Lagu-Lagu Populer atau Demo Masak
Zubair di dalam bus Unit Pelayanan KB Keliling Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Bontang. Kamis (2/3). (Ekspos Kaltim/Ismail).

EKSPOSKALTIM, Bontang – Program Keluarga Berencana masih belum sepenuhnya diterima masyarakat. Tak jarang dalam setiap sosialisasi dan penyuluhan banyak mendapat penolakan.

Muhammad Zubair Muin paham betul penolakan itu. Ya, sebagai penyuluh KB yang ditunjuk Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (DKKB) Kota Bontang, Zubari kerap menemui kendala.

Walau begitu dirinya tidak menyerah dan selalu mensosialisasikan tentang pentingnya mengikuti program KB.

KB adalah gerakan membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Hubungannya adalah membatasi jumlah anggota keluarga dengan menggunakan alat-alat kontrasepsi seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya.

Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua. Gerakan ini mulai dicanangkan pada akhir 1970-an.

“Saya berikan pemahaman tentang apa dan bagaimana KB itu sebenarnya. Agar lebih paham dan tahu pentingnya KB,” kata Zubair saat ditemui di Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kota Bontang, Kamis (2/3) pagi.

Berbagai penolakan dalam memasyarakatkan KB tidak membuatnya jera, apalagi dukungan penuh sang istri mendorongnya terus maju hingga sekarang.

Sebelum memaparkan pentingnya KB kepada masyarakat, Zubair memberi contoh dengan mengikuti program tersebut.

Zubair mengikuti program KB untuk pria, yaitu vasektomi atau MOP. Dia menjadi pengguna atau akseptor vasektomi tanpa pisau pertama di Bontang.

“Semua itu saya lakukan karena saya dan istri ingin memberi contoh bahwa program KB sekarang bukan lagi hanya bagi kaum perempuan. Tapi sekarang laki-laki pun dianjurkan untuk ikut program KB,” jelasnya.

Dalam sosialisasinya, Zubair melakukan dengan cara yang beda. Misalnya, menyanyikan lagu-lagu populer yang liriknya sengaja diubah sedemikian rupa menjadi ajakan untuk ikut program KB.

“Karena situasi di setiap kelurahan berbeda antara yang satu dengan yang lain. Sementara bila sekadar penyuluhan seperti biasa, terasa monoton dan kurang efektif,” imbuhnya.

Menurut Zubair, pendekatan tidak bisa sama antara satu orang dengan orang lain, maka dari itu dirinya menyulap lagu-lagu yang biasa didengar menjadi lagu ajakan untuk mengikuti program KB.

“Kuncinya adalah bagaimana mereka bisa tertarik dengan apa yang akan saya sampaikan. Bisa dengan demo memasak atau juga dengan kegiatan sosial lainnya,” terangnya. 


Editor : Benny Oktaryanto
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :