EKSPOSKALTIM, Kutim - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua Kutim menggelar diskusi panel terkait penyesuaian tarif dasar air bersih serta sosialisasi perhitungan tarif Full Cost Recorvery (FCR) di Gedung serbaguna, Bukit Pelangi, Selasa (28/2) siang.
Direktur Utama PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur, Aji Mirni Mawarni mengatakan tarif air terbaru akan segera diberlakukan mengingat tarif saat ini belum menutupi biaya produksi secara penuh (FCR).
Pasalnya harga jual rata-rata saat ini lebih rendah dari ongkos produksi yang setiap tahun mengalami peningkatan. Seperti kenaikan pada harga bahan baku, Bahan Bakar Minyak (BBM), koagulan, material, jaringan dan aksesoris pipa, serta biaya pemeliharaan genset dan pompa.
Ya diketahui inflasi rata-rata setiap tahun mengalami peningkatan sebesar 5,48 persen. Pun demikian, selama 5 tahun terakhir PDAM Tirta Benua Kutim ini tidak memberlakukan kenaikan tarif. "Di daerah lain, setiap dua tahun sekali tarif pasti naik. Baru kali ini kami mau naikan selama 5 tahun. Ini juga untuk mengejar target nasional yang ditetapkan 69 persen," ujarnya.
Disebutkan perbandingan antara tarif dengan biaya produksi terbilang cukup berjarak. Hasil audit kinerja 2015 harga jual rata-rata sebesar Rp 5.103,98 ribu per meter kubik.
Sedangkan harga pokok produksi sebesar Rp 9.433,73 ribu per meter kubik. "90 persen operasi IPA dan Kantor, listriknya bersumber dari BBM yakni solar dengan harga industri yang tinggi," ungkap Mawar sapaan akrabnya.
Klaim Gaet Dukungan OPD
Sementara itu, dari sejumlah peserta yang turut hadir diantaranya, Asisten Perkonomian dan Pembangunan Setkab Kutim Rupiansyah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Anggota DRPD Kutim, Stakeholder, tokoh Masyarakat, dan berbagai LSM mendukung rencana kebijakan baru PDAM ini.
Mereka pun mengaku siap memasang badan jika belakangan ada pihak yang menolak kebijakan PDAM terkait penetapan tarif baru ini. Strategi penetapan tarif sendiri sudah ditentukan. Dan akan menyasar bagi seluruh kalangan baik kalangan menengah keatas maupun kebawah.
"Tentunya dengan adanya penetapan tarif baru, kualitas untuk air pun akan terus kami tingkatkan, dan dioptimalkan untuk pelayan kepada masyarakat," ujar Mawar.

