20 Oktober 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Ini Kronologis Pesut Mahakam Terdampar di Rawa Berduri


Ini Kronologis Pesut Mahakam Terdampar di Rawa Berduri
Pesut Mahakam yang sudah sejak dua pekan lamanya di rawa sekitar Desa Sangkuliman, Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar). (Dok.RASI)

EKSPOSKALTIM, KUKAR - Sejak dua pekan silam, warga kampung sekitar Desa Sangkuliman, Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar) khawatir terhadap keselamatan pesut yang merupakan salah satu satwa langka dan terancam punah di Kaltim.

Karena berdasarkan pengalaman warga air di sekitar rawa kapan saja bisa turun dengan cepat. Sementara aliran antara sungai utama dan rawa sudah beberapa waktu terputus. Hal itu yang menghambat Pesut untuk kembali ke habitat asalnya, yakni perairan Mahakam. 

Dari informasi yang dihimpun satwa tersebut sudah berada di rawa lebih kurang dua pekan. Sementara kekhawatiran lain, menurut Danielle Kreb Penasehat Program Ilmiah, Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), di dasar rawa terbilang banyak duri yang dapat mengancam keselamatan endemik Kaltim tersebut.

“Prediksinya air akan turun terus, rencananya tim akan melakukan evakuasi Pesut tersebut menuju sungai terdekat sebelum terluka dan kehabisan makanan (Besok),” terangnya.

Berdasarkan informasi yang diterima dari perempuan asal Belanda ini hewan bernama latin Orcaella brevirostris itu tengah berada di perairan dangkal sejenis rawa berukuran 50 x 50 meter.

Sejauh pemantau yang dilakukan pihaknya, warga aktif melakukan patroli sekitar perairan. “Hari ini juga banyak warga yang menelpon karena situasi semakin kritis mengingat dasar tempat pesut tersebut banyak duri yang tajam,” ucapnya.

Ditanya mengenai tren kasus Pesut terdampar, Danielle menyebut setidaknya ada tiga kasus terjadi sejak 2009 lalu. “Di tempat yang sama tahun 2002 pernah juga ada kasus serupa. Tahun 2009 pesut anakan dan induk juga terjebak namun bisa kami selamatkan bersama warga,” tutur Danielle.

Reporter : Arsyad    Editor : Fariz Fadhillah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0