20 Oktober 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

RASI Evakuasi Pesut yang Terjebak di Rawa Berduri


RASI Evakuasi Pesut yang Terjebak di Rawa Berduri
Ini penampakan pesut mahakam (Orcaella Brevirostris) yang terjebak di sebuah rawa berduri kawasan Desa Sangkuliman, Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar) sejak dua pekan silam. (Dok.RASI)

EKSPOSKALTIM, Kukar - Seekor pesut mahakam terperangkap di sebuah rawa berduri kawasan Desa Sangkuliman, Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar) sejak dua pekan silam. Usai penemuan oleh warga sekitar, kata Danielle Kreb Penasehat Program Ilmiah Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) pihaknya langsung menindaklanjuti. 

Mengingat situasi satwa langka semakin kritis, RASI dan Save Mahakam Dolphin berinisiatif mengirim tim penolong yang terdiri dari lima orang menuju lokasi penemuan guna evakuasi, Selasa (21/2/2017) besok.  

"Besok pagi tim gabungan RASI- Save Mahakam menuju lokasi, juga tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Perikanan Tenggarong sudah di konfirmasi kesana," kata Danielle saat dihubungi EKSPOSKaltim via seluler, Senin (20/2/2017) malam.

Sejumlah persiapan, yakni alat transportasi, logistik, bahan bakar dan jaring tebal menjadi bekal utama tim guna evakuasi pesut malang tersebut. Mengenai persiapan lainnya, kata Danielle tergantung dari situasi dan kondisi di lapangan.

"Kita tim sebanyak 5 orang, dari RASI 4 orang dan 1 orang dari Save Mahakam, untuk perlengkapan dan kebutuhan kita lihat dulu besok kondisinya," ujarnya.

Danielle menambahkan, tim yang akan diturunkan merupakan orang-orang yang sudah terlatih khusus dalam penanganan mamalia terdampar. "Selain sudah terlatih, kita juga tentunya miliki pedoman tersendiri mengatasi mamalia terdampar," tutupnya.

Danielle menambahkan sebelumnya pihaknya bersama Save Mahakam Dolphin sudah melakukan pengecekan perdana beberapa pekan lalu. “Namun belum bisa evakuasi lantaran kondisi air rawa masih tinggi,” jelas peneliti asal Belanda ini.

Sementara mengenai tim khusus kata Danielle sudah terlatih di Filipina dan mempunyai pedoman untuk penanganan mamalia terdampar. “Di tempat penemuan (Sangkuliman) kita juga pernah berikan pelatihan, sejauh ini sudah ada 33 daerah di Indonesia yang rawan mamalia terdampar yang kami berikan pelatihan, termasuk Balikpapan," jelas Danielle.

Reporter : Arsyad    Editor : Fariz Fadhillah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%100%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0