PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Derita Aminah, Ibu Tua yang Hidup di Rumah Tak Layak Huni Selama Puluhan Tahun

Home Berita Derita Aminah, Ibu Tua Ya ...

Derita Aminah, Ibu Tua yang Hidup di Rumah Tak Layak Huni Selama Puluhan Tahun
Ibu Aminah saat memperlihatkan rumah tak layak huni miliknya kepada tim EKSPOSKaltim,

EKSPOSKALTIM, Bontang - Meski hidup sederhana dan apa adanya, Aminah (67) tetap tabah menjalani hidup bersama anak perempuannya Nurhayati (30), di rumah tua yang tak layak huni selama puluhan tahun.

Rumah berukuran 7x6 meter itu menjadi tempat peristirahatan yang terasa nyaman baginya, walau berdiri di atas air dan kondisi bangunan yang lapuk termakan usia.

Bahkan hampir separuh dinding rumah berbahan dasar kayu ini jebol, atapnya pun sudah tak bisa menangkis air jika sedang turun hujan, karena termakan usia.

“Begini rumah saya nak, baunya tidak enak dicium, atapnya bolong-bolong, kalau hujan ya kami kehujanan, makanya kami pasangi terpal." tutur Aminah di kediamannya, Jalan RE Martadinata, RT 08 Kampung Rawa-Rawa Loktuan,  Bontang Utara, Kamis (3/11) siang.

Beruntung, ada tetangga yang menyuruhnya tinggal sementara waktu di rumahnya, karena rumah yang ditempati saat ini tidak ada yang menempati.

Diakui Aminah, ia belum pernah sekalipun menerima bantuan perbaikan rumah dari pemerintah, meski sempat orang-orang berpakaian dinas memotret dan mencatat kondisi rumahnya.

“Sudah pernah di foto dan ditanya-tanya, sampai sekarang nggak pernah datang lagi, saya juga nggak tahu kenapa,” paparnya.

Dalam menyambung hidup, Aminah dan anaknya membuat kue tradisional untuk di jual sendiri, dam sebagian dititip ke warung-warung. Hasil dari sinilah yang ia putar demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Makan apapun ya disyukuri saja, Alhamdulillah beras nggak bayar karena setiap bulan dapat bantuan beras bulog. Ada juga sedikit bantuan dari Baitulrahman,” ungkapnya.

Tak banyak yang di harapkan Nenek Aminah. Dalam benaknya, ia ingin  Pemerintah Kota Bontang berbaik hati memperbaiki rumahnya, agar ia dan anaknya bisa hidup layak.

“Itu aja nak yang saya harapkan, kalau memang gak bisa semua cukup atapnya saja biar kami tidak kehujanan lagi,” ucapnya dengan penuh harap. (*)


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :