EKSPOSKALTIM, Mahulu - Setiap perencanaan program pembangunan baik infrastruktur maupun tempat wisata, terlebih dahulu harus dilakukan Feasibility Studi (FS) atau Analisa Kelayakan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Alfred, saat ditemui dikantornya, Jalan Apo Medo, Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Senin (31/10) siang.
FS ini bertujuan mengukur potensi kelayakan program tersebut dijalankan, serta memudahkan pengusulan program pembangunan dari segi pembangunan fisik kepada Pemerintah Daerah, Provinsi, bahkan Pusat.
"Seperti sekarang ini kita sering mengadakan FS terkait apa yang kita mau bangun. Nah kalau sudah jadi FS, kita tinggal tunjukkan ini loh FS kami, kita tinggal ajukan aja lagi anggaran pembangunan selanjutnya," tuturnya.
Ditegaskannya, setiap usulan perencanaan pembangunan fisik dari Dishubpar, selalu diawali dengan kegiatan analisa kelayakan atau feasibility study, karena hal ini penting dalam sebuah perencanaan.
"Pemerintah akan melihat FS kita, draftnya, perencanaannya maupun lokasinya, apakah layak kita membangun di daerah situ apa tidak," tutupnya. (Adv).

