PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

LK3/RPTC BONTANG, MENUNGGU PERSETUJUAN KELUARGA KORBAN PENCAMBUKAN, UNTUK DI THERAPY

Home Berita Lk3/rptc Bontang, Menungg ...

LK3/RPTC BONTANG, MENUNGGU PERSETUJUAN KELUARGA KORBAN PENCAMBUKAN, UNTUK DI THERAPY
Staf Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) dan Rinerker Proton Therapy Center (RPTC) Monalisa Fitria. (Foto Arsad)

EKSPOSKALTIM, Bontang- Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) dan Rinerker Proton Therapy Center (RPTC) Kota Bontang. Belum bisa memastikan kapan melakukan Therapy terhadap 4 korban Pencambukan yakni, Andi Ahmad Yusuf, Yusril, Hanif dan Yasin, di Pesantren Subulana, Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Selasa (12/4/2016) kemarin.

Pekerja Sosial RPTC Monalisa Fitria mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil Visum dan persetujuan dari pihak keluarga korban sebelum dilakukan therapy dan pemulihan terhadap 4 korban tersebut.

“Saat ini kami masih menunggu hasil visum korban, dan Kami juga harus berkordinasi kepada pihak keluarga korban dulu, mau apa tidak di therapy anak mereka,” kata Monalisa saat ditemui EKSPOSKALTIM di tempat kerjanya, Rabu (13/4/2016).

Lanjut Monalisa, saat pihaknya mendatangi rumah korban atas nama yusuf, kata Monalisa, keluarga korban lebih memilih untuk melakukan perawatan sendiri terhadap Yusuf dirumahnya. Inilah yang menjadi salah satu alasan pihaknya, mengapa belum bisa memberikan keterangan soal kapan therapy dan pemulihan dilakukan terhadap korban.

“Dari hasil wawancara saya kemarin dengan keluarga korban, mereka lebih memilih melakukan perawatan di rumahnya,” Ungkapnya.

Kendati demikian, monalisa menambahkan, jika suatu saat nanti keluarga korban menginginkan anaknya di therapy, pihak RPTC siap untuk membawa korban kerumah singgah ataupun kunjungan langsung kerumah keluarga korban tersebut.

“Biasanya kalau korban membutuhkan therapy, biasanya kami bawa ke Rumah Singgah atau Kunjungan langsung ke rumah keluarga korban untuk melakukan therapy,” ujarnya.

Lebih jauh Monalisa mengungkapkan, biasanya untuk kasus kekerasan dan berdampak pada penurunan mental seseorang, pihaknya memiliki cara tersendiri untuk melakukan pemulihkan.

“Biasanya kami melakukan Therapy kerohanian, Sikologi dan juga Therapy Energy.  Jadi korban bisa menghilangkan rasa traumanya dengan mengungkapkan segala unek-uneknya untuk bisa membantu korban merasa lebih baik.” Tutupnya.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :