26 November 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

PUPUK KALTIM GELAR PENUTUPAN PELATIHAN MENJAHIT UNTUK WARGA BINAAN LAPAS


PUPUK KALTIM GELAR PENUTUPAN PELATIHAN MENJAHIT UNTUK WARGA BINAAN LAPAS
Perwakilan Pupuk Kaltim berfoto bersama dengan Wakil Walikota Bontang, Kepala dan jajaran Lapas Kelas III Bontang, serta sejumlah warga binaan dalam acara penutupan pelatihan menjahit, Rabu (14/8). EKSPOSKALTIM/ NDI

EKSPOSKALTIM, Bontang – Usai memberikan pelatihan menjahit selama 10 hari kepada warga binaan Lapas Kelas III Kota Bontang, PT Pupuk Kaltim menggelar kegiatan penutupan pelatihan di kompleks Lapas Kelas III Kota Bontang, Rabu (14/9) siang tadi.

Acara penutupan ini dihadiri Wakil Walikota Bontang Basri Rase, Kepala Lapas Heru Yuswanto, General Manajer Umum PKT Nur Sahid, serta sejumlah warga binaan yang menjadi peserta menjahit yang digelar PT Pupuk Kaltim.

General Manajer Umum PKT, Nur Sahid berharap kepada 20 warga binaan Lapas yang telah mengikuti pelatihan selama 10 hari tersebut, nantinya setelah menjalani masa tahanan bisa membuka usaha secara mandiri, maupun bergabung dalam kemitraan PKT.

“Salah satu tujuan dari program CSR  PKT ini untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan warga binaan. Sehingga setelah mereka bebas nanti, mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial dan membuka usaha secara mandiri,” ujar Nur Sahid dalam sambutannya

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase mengapresiasi kegiatan pelatihan menjahit yang dilakukan PT Pupuk Kaltim kepada para warga binaan di Lapas Bontang. Menurutnya, kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk perhatian semua pihak, termasuk pemerintah dan perusahaan terhadap para warga binaan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami berharap, PKT bisa terus mengambil peran dalam meningkatkan keterampilan masyarakat Bontang, terkhusus warga binaan di Lapas,” kata Wawali 

Lebih lanjut, Wawali Basri menilai kegiatan ini sejalan dengan  visi misi pemerintah dalam mewujudkan Bontang sebagai kota cerdas, yang saat ini tengah dicanangkan. Diberi pelatihan kepada warga binaan, kata Basri, hal ini  menandakan seluruh lapisan masyarakat memikiki hak untuk memperoleh keterampilan semacam ini.

“Maka dari itu, kami sangat berterima kasih PKT peduli dengan warga binaan. Sesuai namanya, kami ingin warga binaan ini benar-benar dibina, sehingga mereka punya kesempatan meningkatkan kemampuan dan keterampilannya, meskipun berada di Lapas,” jelasnya.

Senada, Kepala Lapas Kelas III Bontang Heru Yuswanto pun mengapresiasi upaya perusahaan urea dan amoniak ini, untuk memberikan ketererampilan dan kesempatan bagi warga binaannya untuk meningkatkan soft skill yang dimiliki.                                                                  

“Mereka memang tersandung kasus, tapi bukan berarti mereka tidak punya kesempatan mengembangkan keterampilan mereka. Dan saya mengucapkan terima kasih manajemen PKT peduli terhadap warga binaan kami,” jelasnya.

Seperti diberitakannya sebelumnya, dalam pelatihan ini Pupuk Kaltim juga menyumbangkan 20 unit mesin jahit kepada peserta yang mengikuti pelatihan. (ADV)

Reporter : Ndi    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0