PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Karhutla Meluas di Kalimantan, Kalteng Terparah

Home Berita Karhutla Meluas Di Kalima ...

 BNPB mencatat luas karhutla yang tengah ditangani di Kalimantan mencapai 18.973 hektare, tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.


Karhutla Meluas di Kalimantan, Kalteng Terparah
ILUSTRASI petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah berupaya memadamkan api yang membakar lahan. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia masih menjadi perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Di Kalimantan, luas lahan yang tengah ditangani mencapai 18.973 hektare, dengan Kalimantan Tengah menjadi wilayah terdampak terluas.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menyampaikan, luasan karhutla yang ditangani di Kalimantan terdiri atas 16.097 hektare di Kalimantan Tengah, 1.506 hektare di Kalimantan Selatan, dan 1.370 hektare di Kalimantan Barat.

Untuk menangani kebakaran di wilayah tersebut, BNPB menyiagakan 38.772 personel. BNPB juga menambah satu helikopter water bombing dari Kalimantan dan Sumatra untuk membantu pemadaman karhutla di Jawa Timur.

Sementara itu, di Sumatra, penanganan karhutla mencakup lahan seluas 2.431 hektare. Sumatra Selatan menjadi wilayah terdampak terluas di pulau tersebut, mencapai 2.050 hektare.

BNPB mengerahkan 33.106 personel yang tergabung dalam satuan tugas darat dan udara untuk memadamkan api di Sumatra. Dukungan udara mencakup 19 armada, terdiri atas 12 armada untuk operasi pengeboman air (water bombing) dan tujuh lainnya untuk patroli serta operasi modifikasi cuaca.

Di Sumatra Selatan, BNPB juga melaksanakan sembilan sorti operasi modifikasi cuaca dengan menebarkan 5.800 kilogram dry ice dan 1.800 kilogram garam untuk wilayah Palembang dan sekitarnya.

Selain penanganan karhutla, BNPB melaporkan penambahan kejadian kebakaran di 16 wilayah pada Jumat. Wilayah tersebut meliputi Malang, Magetan, Sragen, Jombang, Probolinggo, dan Klaten di Pulau Jawa; Minahasa, Sinjai, Sidrap, Palopo, Luwu, dan Parigi Moutong di Sulawesi; Kepulauan Tidore di Maluku Utara; serta Bangka Tengah di Sumatra.

"Di Sulawesi ada di Minahasa, Sinjai, Sidrap, Palopo, Luwo, dan Parigi Moutong, sedangkan di Maluku Utara ada di Kepulauan Tidore, sementara Sumatra ada di Bangka Tengah," kata Berton dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta.

BNPB mencatat sebanyak 2.204 kejadian bencana terjadi di Indonesia selama periode 1 Januari hingga 23 Oktober 2026. Mayoritas kejadian tersebut didominasi bencana hidrometeorologi. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :