PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Produksi Beras di Kutai Timur Terancam, Kemarau Tunda Musim Tanam

Home Berita Produksi Beras Di Kutai T ...

Kemarau panjang datang saat kebutuhan beras Kutai Timur masih jauh melampaui produksi lokal. Banyak petani belum menanam padi. 


Produksi Beras di Kutai Timur Terancam, Kemarau Tunda Musim Tanam
Petani di Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, belum melakukan penanaman padi akibat kemarau panjang. Foto: ANTARA

EKSPOSKLTIM, Sangatta -  Kemarau panjang di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, membuat banyak petani belum memulai tanam padi. Penundaan musim tanam yang semestinya berlangsung sejak Oktober 2026 ini mengancam target produksi beras pada Januari mendatang, di tengah kesenjangan besar antara kebutuhan dan produksi lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur Dyah Ratnaningrum mengatakan kondisi tersebut menjadi kekhawatiran karena penundaan tanam berpotensi mengurangi hasil produksi pada awal tahun depan.

“Yang kita khawatirkan adalah target produksi di bulan Januari mendatang akan jauh berkurang akibat penundaan tanam karena kemarau,” kata Dyah di Sangatta, Rabu (21/10).

Dyah mengungkapkan berdasarkan laporan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur, banyak petani padi di daerah itu belum memasuki masa tanam.

Kondisi lahan yang kering dan pecah-pecah membuat musim tanam yang seharusnya dimulai pada Oktober 2026 mengalami penundaan. Jika kondisi tersebut berlanjut, produksi beras lokal berpotensi semakin sulit mengejar kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan neraca bahan pangan harian Dinas Ketahanan Pangan Kutai Timur, kebutuhan beras masyarakat mencapai 47.573 ton per tahun. Sementara itu, produksi beras lokal baru mencapai 8.449 ton per tahun.

Dengan angka tersebut, produksi lokal baru memenuhi sekitar 17,8 persen dari kebutuhan beras tahunan. Artinya, masih terdapat selisih sekitar 39.124 ton per tahun yang perlu dipenuhi melalui pasokan dari luar daerah.

Pasokan dari Luar Daerah Dijaga

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog untuk memastikan pasokan beras dari luar daerah tetap tersedia.

“Untuk kebutuhan beras, kami terus berkoordinasi dengan Bapanas dan Bulog agar pasokan dari luar daerah tetap terjaga,” ujar Dyah.

Menurutnya, upaya menjaga pasokan dari luar daerah penting dilakukan karena produksi beras lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kutai Timur.

“Kami juga terus mendorong peningkatan produksi pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah,” katanya lagi.

Selain menjaga ketersediaan pasokan, pemerintah kabupaten menyiapkan langkah stabilisasi harga dan ketersediaan pangan melalui Gerakan Pasar Murah.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Desember dengan menyediakan beras dari Bulog bagi masyarakat.

Di tengah penundaan musim tanam akibat kemarau, ketersediaan pasokan dari luar daerah menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat Kutai Timur. Sementara itu, berkurangnya waktu tanam berpotensi memengaruhi target produksi pada Januari mendatang. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :