EKSPOSKALTIM, Bontang- Menjadi seorang hipnoterapy tidak lah mudah seperti membalikkan telapak tangan, namun bila setiap prosesnya dilalui dengan kesungguhan tekad dan penuh semangat, maka bukanlah sesuatu hal yang mustahil, suatu saat anda bisa menjadi seorang Hipnoterapy.
Sebut saja Dimas Saputra, pria kelahiran Bontang 17 Juli 1992 silam ini, mengakui bahwa dirinya telah belajar hipnoterapy sejak 4 tahun yang lalu, dan kini sudah banyak menguasai ilmu hipnoterapy tersebut.
“Saya mulai belajar Hipnoterapy itu dari tahun 2012, awalnya sih belajar sulap-sulap aja,” ujar Dimas saat ditemui eksposkaltim dikediamannya, Jalan MH Thamrin, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kamis (7/4/2016).
Pemuda ganteng putra dari pasangan H Tamrin dan Hj Jamilah ini, mengatakan awalnya, tidak ada satupun keluarganya yang mendukung dirinya untuk belajar hipnoterapy. Karena menurut mereka, ilmu hipnoterapy identik dengan hal yang mistis ataupun gaib.
“Pertama kali belajar Hipnoterapy, tidak ada keluarga yang mendukung, karena keluarga menganggap Hipnoterapy itu merupakan ilmu gaib, tapi sekarang Alhamdulillah orang Tua sudah mendukung,” ungkapnya.
Lanjut dimas, Hipnoterapy sering digunakan oleh orang-orang dalam pengobatan gangguan jiwa, juga pengobatan-pengobatan lainnya. Hal itu sudah di buktikan Dimas yang kini sudah banyak menyembuhkan orang dari penyakit jiwa pasca dirinya menguasai hipnoterapy.
“Saya juga biasa mengobati pasien yang kena gangguan jiwa mas,” kata dimas.
Konsekuensi yang harus diterimanya pasca menguasai ilmu hipnoterapy, diakuinya berimbas kepada sulitnya menjalin hubungan dengan seorang gadis, menurutnya, para gadis kemungkinan takut kepada dirinya, karena profesinya sebagai hipnoterapy.
“Aku juga bingung kenapa cewek-cewek pada takut sama saya? padahal hipnotis tidak seperti yang mereka kira seperti yang kayak di TV. Yah jujur aja sih sampai sekarang aku masih Jomblo.” Ungkap Dimas sembari tersenyum.
Kini Dimas telah membentuk komunitas hipnoterapy di Kota Bontang dan diberi nama "Hipnosains". Hal ini dilakukannya demi mengembangkan hipnoterapy di kota taman, melalui wadah untuk orang-orang yang memiliki keahlian khusus dibidang hipnoterapy tersebut.

