PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Asap Karhutla Kepung Balikpapan, 1.900 Balita Terserang ISPA dalam Dua Pekan

Home Berita Asap Karhutla Kepung Bali ...

Kabut asap karhutla mulai berdampak pada kesehatan balita di Balikpapan. Dinkes mencatat 1.900 kasus ISPA pada kelompok usia ini sepanjang dua pekan pertama Oktober, dengan keluhan batuk kering dan sakit tenggorokan.


Asap Karhutla Kepung Balikpapan, 1.900 Balita Terserang ISPA dalam Dua Pekan
Situasi kabut asap di Samarinda. Pemerintah Provinsi Kaltim mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap ancaman ISPA di tengah kabut asap. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, kian mengancam kesehatan masyarakat.

Kelompok rentan seperti bayi dan balita menjadi pihak yang paling terdampak, di mana sebanyak 1.900 balita tercatat mengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hanya dalam dua pekan pertama Oktober 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Niken, mengonfirmasi bahwa lonjakan kasus ISPA pada kelompok usia balita mengalami kenaikan yang cukup signifikan sejak Agustus 2026.

"Sebenarnya (dampak ini menyasar) semua umur, tetapi yang paling rentan itu balita dan lansia. Rata-rata kasus balita dari Januari itu sekitar 1.500 sampai 1.700. Mulai Agustus ada peningkatan jadi 1.900, September di angka 2.000, dan Oktober yang baru berjalan dua minggu ini sudah mencapai 1.900 kasus," kata Niken kepada media ini, ditulis Sabtu (17/10).

Buruknya kualitas udara akibat paparan kabut asap karhutla mengubah pola gejala yang dialami para pasien balita. Jika sebelumnya didominasi gejala pilek, kini mayoritas pasien datang dengan keluhan iritasi saluran pernapasan.

"Yang sekarang paling banyak mengeluhkan sakit tenggorokan, batuk kering, dan iritasi tenggorokan. Kalau sebelum-sebelumnya kan masih banyak yang pilek. Saat ini pileknya masih ada tapi tidak meningkat signifikan, lebih banyak di sakit tenggorokan dan batuk kering," terangnya.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan memastikan hingga pertengahan Oktober 2026 belum ada laporan kasus kematian bayi atau balita yang disebabkan oleh paparan kabut asap karhutla.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes mengimbau warga Balikpapan untuk membatasi aktivitas anak-anak di luar ruangan serta wajib menggunakan masker medis apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :