EKSPOSKALTIM, Bontang – Diabetes berada diurutan kelima terbesar di dunia sebagai penyakit yang menyebabkan kematian. Bahkan menurut catatan, setiap satu menit sekali ada satu orang yang meninggal dikarenakan diabetes. Tak heran jika penyakit ini dimasukkan dalam kategori silent killer, sebab gejalanya sulit untuk dibedakan dengan keadaan normal.
"Sekarang, tidak saja orang tua yang harus mewaspadai penyakit ini, anak-anak sekalipun mungkin saja menderita diabetes," kata dokter anak Rumah Sakit Islam Bontang, Made Tirtayasa, saat ditemui di ruang prakteknya, Selasa (6/9) siang
Diimbuhkannya, kencing manis atau diabetes melitus dapat diartikan keadaan kadar glukosa di dalam darah menjadi tinggi, karena tubuh tidak dapat memproduksi insulin secara cukup.
"Insulin merupakan salah satu hormon yang dilepaskan oleh pankreas yang bertugas untuk mempertahankan kesimbangan kadar gula di dalam darah. Dengan bantuan insulin, gula akan berpindah ke dalam sel sehingga menghasilkan energi atau disimpan menjadi cadangan," urainya
Dijelaskan Made, penyakit diabetes pada anak terdiri dari dua macam yaitu tipe 1 dan tipe 2. Pada diabetes tipe 1 penyebab utamanya adalah produksi insulin yang rusak, sehingga mengganggu sistem kekebalan tubuh. Salah satu penyebabnya adalah gen dari orang tua.
“Sedangkan pada diabetes tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, sehingga menyebabkan kegemukan," imbuhnya
Hal yang harus dicermati oleh orang tua adalah gejala awal diabetes sangat sulit dibedakan dengan keadaan normal anak. Misal pada usia 3-4 tahun yang masih sering ngompol, bahkan frekuensi buang air kecil yang lebih sering.
"Gejala awal yang bisa diwaspadai oleh orang tua apabila anak pada usia 3-4 tahun menjadi sering ngompol, bahkan frekuensi buang air kecil yang sering. Hal ini dapat dicurigai sebagai tanda diabetes, sebaiknya segera periksakan anak kita ke dokter apalagi bila anda mempunyai riwayat keluarga yang mengalami diabetes, itu salah satu faktor penyebabnya," pungkasnya

