Baru terpilih memimpin ICF Balikpapan, Taufik Beny langsung berhadapan dengan persoalan besar. 14 dari 24 nomor balap sepeda yang direncanakan pada Porprov Kaltim di Paser terancam tak dipertandingkan.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Taufik Beny resmi terpilih menjadi Ketua Pengurus Kota Ikatan Sport Sepeda Indonesia (Pengkot ICF) Balikpapan periode 2026–2030 dalam Musyawarah Kota (Muskot) yang digelar di Balikpapan, Rabu (1/9/2026).
Mengawali kepemimpinannya, Taufik langsung dihadapkan pada tantangan menyangkut wacana pemangkasan nomor pertandingan balap sepeda pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim.
Kendati terhitung baru di struktur organisasi balap sepeda, ia menegaskan komitmen penuh untuk memfasilitasi segala kebutuhan atlet demi menjaga asa meraih prestasi.
"Dari Balikpapan sendiri, target kita tidak jauh berbeda dari capaian sebelumnya, yakni tiga emas," kata Taufik.
Pemangkasan Nomor Tanding
Baru saja dilantik, Taufik langsung dihadapkan pada kabar pemangkasan nomor tanding pada cabang olahraga sepeda. Informasi awal, cabor sepeda hanya akan memertandingkan 10 dari 24 nomor yang tersedia pada Porprov Kaltim di Kabupaten Paser nanti.
"Sangat disayangkan jika hanya 10 nomor yang dipertandingkan," ujar dia.
Namun demikian, dia meminta atlet untuk tak berkecil hati. Dia menyebut Pengprov ICF Kaltim sedang memperjuangkan agar seluruh nomor bisa dipertandingkan. Meski dengan konsekuensi harus dipertandingkan di luar Kabupaten Paser.
Perkuat Konsolidasi
Selain fokus pada ajang Porprov, agenda terdekat kepengurusan baru ICF Balikpapan adalah memperkuat komunikasi dengan klub-klub lokal serta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) Balikpapan.
Dari puluhan komunitas sepeda yang ada, sebanyak 16 klub resmi tercatat menghadiri Muskot. "Kita merangkul seluruh komunitas, baik yang sifatnya rekreasi maupun pembinaan prestasi," tambahnya.
Terkait keterbatasan sarana latihan di Kota Balikpapan yang belum memiliki sirkuit khusus balap sepeda, Taufik menyebut para atlet dan komunitas sejauh ini memanfaatkan jalan raya untuk disiplin road bike serta area perhutanan untuk kategori mountain bike (MTB).
Olahraga Sepeda Terus Berkembang
Pengurus Provinsi Indonesia Cycling Federation (Pengprov ICF) Kalimantan Timur menilai perkembangan olahraga balap sepeda di wilayah Kaltim tengah menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Hal ini tidak terlepas dari program pembinaan berkelanjutan dan bantuan fasilitas bagi para atlet daerah.
Ketua Pengprov ICF Kaltim, Malvin Ardento, mengungkapkan bahwa pihaknya aktif membantu penanganan kendala pembiayaan bagi atlet-atlet potensial Kaltim agar dapat menjalani pemusatan latihan intensif di Pulau Jawa.
"Perkembangan sepeda sekarang ini progresnya sangat bagus. Atlet yang dulunya terkendala biaya untuk latihan intensif di Jawa kita bantu," katanya.
Efeknya mulai terasa. Karena berlatih dengan iklim kompetitif dan tidak latihan sendiri performa dan prestasi atlet terus menunjukkan grafik menanjak.
Menurut Malvin, kemudahan akses mengikuti kejuaraan yang bergulir hampir setiap bulan di Pulau Jawa turut mendongkrak kualitas serta jam terbang para pembalap sepeda asal Kaltim.
Seiring dengan tren positif tersebut, Malvin mengingatkan kepengurusan Pengkot ICF Balikpapan yang baru terpilih agar mampu mengayomi seluruh klub dan komunitas sepeda di wilayahnya. Pasalnya, cabang olahraga balap sepeda memiliki cakupan disiplin yang sangat luas dan beragam. "Ini tugas berat, jadi ketua terpilih harus bisa merangkul semua," tegasnya.
Di samping penguatan kualitas atlet, ICF Kaltim juga terus melengkapi struktur organisasinya di tingkat kabupaten/kota. Saat ini, Pengprov tengah berburu kandidat untuk membentuk Pengurus Cabang (Pengcab) ICF di Kabupaten Mahakam Ulu.
"Saat ini sedang cari kandidat dan kita targetkan tahun ini seluruh pengcab di Kaltim sudah terbentuk secara penuh," sebut Malvin.
Bersiap Ambil Alih Pertandingan Balap Sepeda Porprov
Terkait isu pemangkasan nomor tanding pada Porprov Kaltim di Kabupaten Paser, Pengprov ICF Kaltim siap mengambil alih penyelenggaraan nomor pertandingan balap sepeda secara mandiri.
Malvin bilang, dari total 24 nomor tanding yang direncanakan, beredar wacana pemangkasan hingga tersisa 10 nomor saja. Artinya, terdapat 14 nomor tanding yang terancam ditiadakan, terutama pada kategori Mountain Bike (MTB).
Kondisi tersebut dipicu oleh keterbatasan anggaran yang dialami Kabupaten Paser selaku tuan rumah Porprov Kaltim. "Paser menganggap mereka kekurangan biaya atau defisit anggaran sehingga tidak memfasilitasi seluruh nomor," kata Malvin.
Menanggapi situasi ini, Pengprov ICF Kaltim berencana menggelar audiensi dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim untuk mencari jalan keluar. Pihaknya menegaskan siap membiayai dan mengorganisasi 14 nomor tanding yang terancam hilang tersebut secara mandiri, baik di Samarinda maupun Balikpapan. "Jika budget dari tuan rumah tidak ada, biar kami yang melaksanakan secara mandiri," tegasnya.



