PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

APT Pranoto Masih Aman dari Asap, Tapi Skenario Baru Penerbangan Disiapkan

Home Berita Apt Pranoto Masih Aman Da ...

Asap karhutla belum mengganggu APT Pranoto, tetapi skenario pengalihan penerbangan mulai disiapkan jika jarak pandang tiba-tiba turun.


APT Pranoto Masih Aman dari Asap, Tapi Skenario Baru Penerbangan Disiapkan
Pilot dari maskapai Smart Aviation bersiap melakukan pendaratan di Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur. (ANTARA/Ahmad Rifandi)

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum mengganggu operasional penerbangan di Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda. Namun, di tengah eskalasi karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan, pengelola bandara mulai memperketat mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan asap bergerak menuju kawasan bandara.

Kondisi terkini menunjukkan jarak pandang di APT Pranoto masih sangat aman untuk penerbangan. Kepala Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan jarak pandang dari pagi hingga siang berada di atas 10 kilometer.

“Jadi di sini tidak ada masalah dengan jarak pandang karena kalau dilihat dari peta sebaran asap itu belum sampai ke Bandara APT Pranoto, masih aman,” ujarnya pada EksposKaltim, Rabu (26/8).

Data pengamatan cuaca METAR Bandara APT Pranoto (WALS) pada 26 Agustus 2026 juga menunjukkan kondisi yang relatif konsisten. Dalam rentang pukul 0000Z hingga 0400Z, tidak tercatat fenomena cuaca signifikan yang mengganggu jarak pandang.

Pada awal pengamatan pukul 0000Z, jarak pandang tercatat 5.000 meter dengan suhu udara 25 derajat Celsius. Jarak pandang kemudian meningkat menjadi 7.000 meter pada 0030Z, sebelum mencapai 10 kilometer atau lebih sejak pukul 0100Z hingga 0400Z.

Dengan demikian, dalam periode pengamatan tersebut, jarak pandang justru menunjukkan tren membaik, bukan memburuk.

Kondisi suhu juga menunjukkan peningkatan seiring waktu. Suhu udara naik secara bertahap dari 25 derajat Celsius pada pukul 0000Z menjadi 32 derajat Celsius mulai pukul 0300Z. Sementara itu, titik embun berada pada kisaran 22–24 derajat Celsius.

Dari sisi angin, kecepatan rata-rata selama empat jam pengamatan berada di sekitar 6 knot, dengan arah dominan dari 230 derajat.

Meski saat ini jarak pandang berada jauh di atas ambang minimum, Kadek menyebut Bandara APT Pranoto memiliki batas jarak pandang minimum sekitar 1.800 meter untuk mendukung operasional penerbangan.

“Kalau di Bandara APT Pranoto ini bisa sampai dengan 1.800 meter,” katanya.

Angka tersebut menjadi penting di tengah potensi pergerakan asap yang dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan arah angin. Jika jarak pandang turun hingga berada di bawah batas minimum, keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama.

Kondisi di Kalimantan Selatan yang sebelumnya sempat mengalami penurunan jarak pandang hingga mengganggu penerbangan menjadi gambaran bahwa kabut asap dapat berubah menjadi persoalan transportasi udara ketika konsentrasinya cukup tinggi.

Karena itu, APT Pranoto tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca saat ini, tetapi juga menyiapkan langkah mitigasi apabila sebaran asap bergerak menuju Samarinda.

Kadek mengatakan pihak bandara telah membangun koordinasi internal dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi dampak karhutla, mulai dari maskapai, BMKG hingga petugas pemadam kebakaran bandara.

Informasi dari BMKG mengenai perkembangan sebaran asap maupun titik panas menjadi bagian dari sistem kewaspadaan tersebut.

“Jadi informasi dari BMKG ketika sebaran atau ada titik panas yang tumbuh, kita ada persiapan lagi,” ujarnya.

Mitigasi bahkan dilakukan langsung di kawasan bandara. Area-area yang dinilai kering mulai dibasahi secara berkala untuk mengurangi potensi kebakaran apabila terdapat percikan api yang terbawa angin.

Penyiraman dilakukan menggunakan kendaraan pemadam kebakaran bandara ketika tidak ada penerbangan.

“Sudah dua hari yang lalu mana daerah-daerah yang kering itu kita siram, secara kontinu ketika tidak ada penerbangan kita siram untuk mencegah tambah kering, takutnya ada api yang terbawa oleh angin, itu kita sudah lakukan,” ujarnya.

Hingga kini, langkah antisipasi tersebut belum diikuti gangguan terhadap penerbangan. Meski kondisi masih aman, skenario terburuk tetap disiapkan.

Kadek menjelaskan bahwa dalam penerbangan, jarak pandang menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan apakah pesawat dapat melakukan pendaratan maupun keberangkatan.

“Jadi prinsipnya sama dengan awan, ketika jarak pandang tidak cukup, pesawat atau pilot memutuskan tidak jadi mendarat atau tidak jadi berangkat,” jelasnya.

Penerbangan, kata dia, tidak boleh dipaksakan apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum. Jika kondisi tersebut terjadi, pesawat dapat dialihkan ke bandara lain.

“Biasanya kalau dari sini dialihkan ke Balikpapan,” katanya.

Jika Asap Tiba-Tiba Menutup APT Pranoto

Skenario perubahan kondisi secara tiba-tiba juga menjadi perhatian. Sebab, apabila terjadi kebakaran besar dan arah angin membawa asap menuju bandara, jarak pandang dapat berubah dalam waktu singkat. Kadek mengatakan, jika kondisi tersebut terjadi, pihak bandara akan langsung mengaktifkan koordinasi dengan maskapai dan BMKG untuk melihat arah mata angin.

Sehingga pesawat yang hendak menuju Samarinda maupun yang akan berangkat dari APT Pranoto dapat ditahan sementara hingga kondisi kembali aman.

“Ya mungkin pesawat yang akan menuju sini atau yang keluar, dipending dulu, di-holding dulu, sampai itu clear,” katanya.

Hingga saat ini, belum terdapat laporan penerbangan APT Pranoto yang terdampak akibat kabut asap.

“Sampai saat ini saya belum dapat laporan di Bandara APT yang kena dampak, penerbangan masih dibuka normal,” pungkas Kadek.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :