Kemarau panjang tak hanya mengeringkan daratan, tetapi juga menggerus penghasilan nelayan di Penajam Paser Utara.
EKSPOSKALTIM, Penajam — Musim kemarau yang disertai angin kencang mulai menekan sektor perikanan tangkap di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Produksi ikan nelayan tercatat turun signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pemerintah Kabupaten PPU pun mendorong nelayan mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah seperti ikan asin untuk menjaga pendapatan masyarakat pesisir di tengah penurunan hasil tangkapan.
Kepala Dinas Perikanan PPU Andi Trasodiharto mengatakan cuaca panas berkepanjangan membuat aktivitas melaut tidak bisa dilakukan secara maksimal. Kondisi tersebut diperparah oleh angin kencang yang memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan.
"Nelayan tidak bisa turun melaut dengan maksimal sepanjang kondisi cuaca panas atau kemarau," kata Andi, Sabtu (25/7).
Data Dinas Perikanan menunjukkan hingga Juli 2026 produksi perikanan tangkap baru mencapai sekitar 3.300 ton. Angka itu jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai sekitar 5.000 ton.
Sepanjang 2025, total produksi perikanan tangkap di Kabupaten PPU tercatat mencapai sekitar 6.672 ton.
Menurut Andi, penurunan hasil tangkapan tidak hanya berdampak pada pasokan ikan, tetapi juga pendapatan ribuan nelayan yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan laut.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah mengarahkan nelayan untuk mengembangkan usaha pengolahan hasil tangkapan. Produk seperti ikan asin dinilai memiliki daya simpan lebih lama sekaligus nilai jual yang lebih tinggi dibanding ikan segar.
"Pengolahan ikan hasil tangkapan menjadi ikan asin dan lainnya dapat berpengaruh pada nilai jual yang turut meningkat sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari menutupi hasil tangkapan yang berkurang," ujarnya.
Andi menambahkan kondisi cuaca panas justru memberikan keuntungan tersendiri dalam proses pengolahan karena mempercepat pengeringan ikan.
"Kondisi cuaca panas terik membuat proses pengeringan ikan menjadi lebih cepat," katanya.
Dinas Perikanan mencatat Kabupaten PPU saat ini memiliki sekitar 2.902 nelayan yang tergabung dalam 367 kelompok nelayan. Mereka didukung armada sebanyak 2.505 kapal dengan berbagai ukuran yang beroperasi di wilayah pesisir dan perairan sekitar Penajam Paser Utara.
Pemerintah berharap diversifikasi usaha melalui pengolahan hasil tangkapan dapat menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat nelayan hingga kondisi cuaca kembali normal dan aktivitas melaut dapat berlangsung lebih optimal. (ant)



