PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

23 Kali Lahan Terbakar di Samarinda, BPBD: Ulah Manusia Jadi Pemicu

Home Berita 23 Kali Lahan Terbakar Di ...

Ancaman kebakaran lahan mulai meningkat seiring berkurangnya intensitas hujan di Samarinda. BPBD mencatat 23 kejadian kebakaran lahan sepanjang Januari–Juli 2026. 


23 Kali Lahan Terbakar di Samarinda, BPBD: Ulah Manusia Jadi Pemicu
Petugas saat memadamkan kebakaran lahan di wilayah Makroman Kota Samarinda pada Minggu (19/7/2026). Foto: DestanaMakroman

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Saat langit Samarinda, Ibu Kota Kalimantan Timur (Kaltim) mulai jarang diguyur hujan, ancaman yang lebih besar diam-diam tumbuh di daratan kota. Dalam tujuh bulan pertama 2026, 23 kebakaran lahan telah terjadi dengan total area terbakar mencapai 11 ribu meter persegi. Yang paling mengkhawatirkan, sebagian besar kejadian bukan dipicu faktor alam, melainkan aktivitas manusia.

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menegaskan kondisi cuaca saat ini menunjukkan peralihan menuju musim kemarau. Intensitas hujan diprediksi terus menurun, sementara suhu udara semakin meningkat.

Situasi tersebut berpotensi diperparah dengan pengaruh fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

BPBD memperkirakan Juli hingga Agustus menjadi periode paling kritis. Pada fase ini, risiko kebakaran tidak hanya mengancam lahan kosong, tetapi juga kawasan strategis seperti tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Masuk di Juli hingga Agustus diperkirakan menjadi periode puncak kemarau. Kami juga mendapat peringatan terkait potensi El Nino yang bisa meningkatkan ancaman kebakaran,” kata Suwarso.

Data BPBD menunjukkan kebakaran tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Sungai Pinang, Sambutan, Palaran, hingga Sungai Kunjang. Hasil evaluasi mengungkap pola yang berulang yakni pembukaan lahan dengan cara dibakar, pembakaran sampah yang merembet, hingga dugaan unsur kesengajaan.

Temuan ini menjadi alarm serius bagi pemerintah kota. Di tengah ancaman El Nino, faktor manusia justru disebut sebagai pemicu dominan kebakaran.

Salah satu kejadian terbesar yang pernah terjadi di Perumahan Artas, Jalan Damanhuri, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang. Kebakaran menghanguskan sekitar 2.000 meter persegi lahan dan sempat mengancam permukiman warga.

Menghadapi puncak kemarau, BPBD telah memetakan kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi, yakni Sambutan, Sungai Kunjang, dan Palaran. Ketiga wilayah ini menjadi fokus pengawasan intensif dalam beberapa pekan ke depan.

“Dan wilayah-wilayah tersebut menjadi fokus pengawasan selama beberapa pekan ke depan,” jelasnya.

BPBD juga mengoptimalkan Kelurahan Tangguh Bencana sebagai ujung tombak penanganan awal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Disdamkarmat dan Manggala Agni.

“Koordinasi juga terus diperkuat agar setiap laporan titik api bisa segera ditangani,” ujarnya.

Menurut Suwarso, begitu laporan diterima, petugas langsung bergerak berdasarkan titik koordinat yang dikirim masyarakat maupun hasil pemantauan di lapangan.

Di balik data kebakaran, BPBD mengingatkan Samarinda pernah mengalami tragedi yang merenggut nyawa. Seorang warga di kawasan Sambutan meninggal dunia akibat terjebak asap saat membakar lahan. Karena itu, BPBD terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi menggunakan api untuk membersihkan lahan atau membakar sampah. Ia menegaskan harapannya agar masyarakat tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Kalau menemukan titik api, segera laporkan agar bisa ditangani sebelum meluas,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :