Meski Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan diprakirakan terhindar dari cuaca ekstrem pada Kamis (16/7/2026), BMKG tetap mengingatkan adanya dinamika atmosfer di kawasan Kalimantan.
EKSPOSKALTIM, Samarinda — Cuaca di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan diperkirakan masih relatif kondusif pada Kamis (16/7/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kota Samarinda akan didominasi cuaca berawan, sementara Banjarmasin berpotensi diguyur hujan ringan.
Dalam prakiraan cuaca harian yang disampaikan BMKG, sebagian besar kota besar di Indonesia diprediksi mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Untuk wilayah Kalimantan, Samarinda dan Palangka Raya diprakirakan berawan, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di Banjarmasin, Pontianak, dan Tanjung Selor.
Prakirawan BMKG Ranika Dwi A menjelaskan kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi terbentuknya daerah perlambatan angin (konvergensi) di sejumlah wilayah, termasuk jalur yang membentang dari Kalimantan Barat menuju Laut Natuna serta dari Kalimantan Selatan ke Kalimantan Tengah.
"Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilalui," ujar Ranika dalam siaran prakiraan cuaca BMKG, Kamis.
Selain konvergensi, BMKG juga memantau adanya daerah pertemuan angin (konfluensi) di sejumlah kawasan perairan Indonesia, mulai dari Laut China Selatan, Laut Sulu, Laut Filipina hingga Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini dinilai turut mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
Meski demikian, BMKG menilai kondisi cuaca di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan masih relatif aman dibanding beberapa wilayah lain di Indonesia yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebih tinggi.
Selain Banjarmasin, hujan ringan juga diprakirakan terjadi di Medan, Tanjung Pinang, Pontianak, Tanjung Selor, Mamuju, Palu, Manokwari, dan Nabire. Sementara itu, udara kabur berpotensi terjadi di Pekanbaru dan Merauke, sedangkan asap kabut diprediksi muncul di Padang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama bagi warga yang beraktivitas di sektor transportasi, pelayaran, dan kegiatan luar ruang.


