PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Rahasia Danau 2 Rasa di Jantung Karst Berau: Merawat Permata yang Terbentuk Sebelum Manusia Ada

Home Berita Rahasia Danau 2 Rasa Di J ...

Di ujung pesisir Berau, tersembunyi sebuah danau yang menantang logika. Air tawar dan air asin hidup berdampingan tanpa bercampur, membentuk keajaiban alam yang lahir dari proses geologi jutaan tahun lalu dan kini menjadi salah satu warisan alam paling berharga di Kalimantan Timur.


Rahasia Danau 2 Rasa di Jantung Karst Berau: Merawat Permata yang Terbentuk Sebelum Manusia Ada
Di balik kejernihan airnya yang memantulkan langit bak cermin, Danau Labuan Cermin menyimpan kisah geologi berusia jutaan tahun dan fenomena alam langka yang membuat air tawar dan air asin hidup berdampingan dalam satu danau. Foto via pariwisataindonesia.id

EKSPOSKALTIM, Berau — Tidak banyak tempat di dunia yang mampu menghadirkan pengalaman seunik Danau Labuan Cermin. Berada di Kampung Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, danau ini menyimpan fenomena langka berupa dua lapisan air berbeda yang hidup dalam satu cekungan yang sama.

Di permukaan mengalir air tawar yang jernih, sementara beberapa meter di bawahnya tersimpan lapisan air asin yang berasal dari laut. Keduanya bertemu, namun nyaris tidak bercampur.

Fenomena inilah yang membuat Labuan Cermin dikenal sebagai "danau dua rasa", sebuah keajaiban hidrologi yang menjadi kebanggaan Kalimantan Timur sekaligus menarik perhatian para peneliti dan wisatawan dari berbagai daerah.

Namun pesona danau ini bukan hanya soal kejernihan airnya yang memantulkan langit bak cermin raksasa. Di balik keindahan tersebut tersimpan kisah geologi yang jauh lebih tua dari sejarah manusia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur Rusmadi mengatakan Danau Labuan Cermin merupakan bagian dari bentang alam karst Sangkulirang-Mangkalihat yang menyimpan jejak pembentukan bumi selama jutaan tahun.

Karena nilai ilmiah dan keunikannya, kawasan ini resmi ditetapkan sebagai Warisan Geologi (Geoheritage) pada 2024 melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 187.K/GL.1/MEM.G/2024.

"Kawasan perairan ini juga merupakan salah satu komponen geologi unggulan yang berada di bawah naungan Geopark Sangkulirang Mangkalihat," ujar Rusmadi, dikutip dari antara.

Jejak Laut Purba

Secara geologis, Danau Labuan Cermin terbentuk pada sistem bentang alam karst yang berkembang di kawasan pesisir Berau. Struktur batuan kapur yang mendominasi wilayah ini menyimpan catatan panjang perubahan muka bumi sejak jutaan tahun lalu.

Penelitian menunjukkan kawasan tersebut memiliki kontak batu gamping dengan lapisan napal dari Formasi Domaring yang diperkirakan berumur sekitar 12 hingga 15 juta tahun.

Dalam rentang waktu yang sangat panjang itu, proses pelarutan batu kapur, pergerakan tektonik, serta aktivitas sesar Mangkalihat perlahan membentuk rongga, jalur air bawah tanah, hingga sistem hidrologi unik yang masih bertahan hingga sekarang.

Aktivitas geologi tersebut kemudian memunculkan mata air yang mengalir menuju kawasan pesisir dan membentuk karakteristik khas Labuan Cermin.

Di sinilah air tawar dari daratan bertemu dengan intrusi air laut dari bawah permukaan, menciptakan lapisan air yang berbeda tingkat salinitasnya.

Karena perbedaan massa jenis, kedua lapisan tersebut dapat bertahan secara relatif stabil dan membentuk fenomena yang jarang ditemukan di tempat lain.

Permata yang Rapuh

Keindahan Labuan Cermin memang memukau. Namun di balik pesonanya, kawasan ini menyimpan ekosistem yang sangat sensitif terhadap gangguan manusia.

Kejernihan air, vegetasi karst, hingga keseimbangan hidrologi yang terbentuk selama jutaan tahun, menurutnya, dapat rusak dalam waktu singkat apabila tidak dijaga dengan baik.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat upaya perlindungan kawasan tersebut.

Melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Pantai, pengawasan rutin dilakukan untuk memastikan aktivitas wisata tetap berjalan tanpa mengancam kelestarian lingkungan.

Pemerintah juga terus mengingatkan pengunjung agar tidak merusak batuan karst, mencoret kawasan wisata, maupun membuang sampah sembarangan.

"Kami terus mengimbau pengunjung agar tidak merusak batuan karst dan membuang sampah sembarangan demi mendukung pelestarian pariwisata yang berkelanjutan," kata Rusmadi.

Menjaga Warisan Alam

Bagi Kalimantan Timur, kata dia, Labuan Cermin bukan sekadar destinasi wisata. Danau ini merupakan laboratorium alam yang menyimpan informasi penting tentang sejarah bumi, perubahan lingkungan, hingga proses geologi yang berlangsung selama jutaan tahun.

Di tengah meningkatnya kunjungan wisata dan pembangunan kawasan pesisir, menurutnya, menjaga Labuan Cermin berarti menjaga salah satu warisan alam paling berharga yang dimiliki daerah ini. Sebab, jika hutan karst, sumber mata air, dan keseimbangan ekosistemnya rusak, keajaiban "dua rasa" yang selama ini menjadi kebanggaan Berau bisa perlahan menghilang.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :