EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menilai keterlambatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah, masih dalam batas wajar karena dipengaruhi faktor teknis di lapangan.
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan distribusi makanan ke sekolah tidak memungkinkan, dilakukan dalam waktu bersamaan.
Menurutnya, pengaturan jadwal pengiriman, jarak tempuh, kondisi lalu lintas, hingga cuaca menjadi tantangan yang harus dihadapi pengelola program.
“Tidak mungkin semua sekolah menerima makanan di waktu yang sama. Ada jadwal distribusi dan kondisi lapangan yang juga memengaruhi,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Ia menegaskan, keterlambatan tersebut bukan disebabkan unsur kesengajaan, melainkan murni kendala teknis operasional.
“Kadang ada faktor hujan atau kemacetan, lampu merah juga. Itu hal yang wajar dalam distribusi,” jelasnya.
Ia memastikan akan terus memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh sekolah.
“Kami memiliki tanggung jawab moral, untuk ikut mengawasi jalannya program karena sasaran utama berada di sekolah-sekolah,” sambungnya.
Ia berharap, pengelola program MBG terus melakukan evaluasi, agar distribusi makanan ke sekolah dapat berjalan lebih efektif dan tepat waktu.

