EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Kota Bontang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Menuju Akreditasi Nasional, di Gedung Mini Teater Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, Selasa (5/5/2026).
Hal ini dilakukan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, melalui peningkatan budaya literasi.
Sebanyak 103 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari pengelola perpustakaan tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga Madrasah Aliyah di Kota Bontang.
Wali Kota Bontang, melalui Staf Ahli Pembangunan, Kemasyarakatan, dan SDM (PKSDM), Lukman, mengatakan bahwa penguatan literasi, menjadi kunci dalam mendorong transformasi SDM yang berdaya saing, dengan perpustakaan sekolah sebagai pusatnya.
“Perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat pengetahuan dan kreativitas yang harus adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengelolaan perpustakaan membutuhkan kompetensi, standar yang jelas.
“Pemanfaatan teknologi informasi juga harus di kedepankan, agar tetap relevan dan menarik bagi peserta didik,” katanya.
Tema bimtek yang mengangkat strategi menuju akreditasi nasional, Ia nilai sangat penting sebagai upaya peningkatan kualitas perpustakaan.
Menurutnya, akreditasi nasional tidak hanya menjadi tolok ukur, tetapi juga peta jalan dalam menilai sekaligus meningkatkan kinerja dan layanan perpustakaan.
Maka dari itu, pengelolaan perpustakaan harus dilakukan secara terencana, sistematis, dan berbasis standar, termasuk inovasi layanan berbasis digital.
“Peningkatan kualitas perpustakaan melalui akreditasi itu langkah konkret, untuk membangun budaya literasi dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan,” tambahnya.
Ia juga menyoroti peran strategis guru dan pengelola perpustakaan, dalam membentuk budaya literasi serta karakter siswa.
Lukman berhrap, para peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya di sekolah masing-masing.
“Kita maunya dari Bimtek ini berlanjut terus ilmunya, sehingga perpustakaan dapat berkembang menjadi ruang modern, inklusif, dan pusat literasi digital,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, sekaligus Ketua Panitia yang juga Ketua PGRI Bontang, Saparuddin, menyampaikan bahwa perpustakaan kini berfungsi sebagai pusat informasi dan literasi, yang harus dikelola secara profesional, inovatif, dan berbasis teknologi.
“Kami ingin memberikan bekal pengetahuan, meningkatkan kompetensi, serta menyamakan persepsi para pengelola perpustakaan sekolah,” jelasnya.
Ia menyebutkan, kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini m, menghadirkan berbagai materi.
“Ada materi kebijakan Standar Nasional Perpustakaan dan instrumen akreditasi, pengelolaan koleksi, sarana prasarana, pelayanan perpustakaan, hingga katalogisasi menggunakan sistem Dewey Decimal Classification (DDC) dan promosi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” sebutnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.

