EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat dukungan terhadap sektor pendidikan, salah satunya dengan menyiapkan fasilitas laptop bagi guru swasta.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen akan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, termasuk lembaga pendidikan swasta.
“Kalau guru negeri tahun lalu sudah menerima bantuan laptop, segera kami akan menyiapkan laptop untuk guru swasta juga. Kami optimalkan untuk mendukung kebutuhan sekolah, termasuk swasta,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini sejalan dengan tuntutan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan, yang menjadi arah kebijakan nasional.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya digitalisasi pendidikan.
Selain laptop, pemerintah juga berencana melengkapi sekolah dengan perangkat pendukung lain seperti smart board.
Namun, realisasi program tersebut masih menunggu ketersediaan anggaran dan direncanakan masuk dalam perubahan anggaran.
“Kalau dari Dinas Pendidikan tentu menyesuaikan ketersediaan anggaran. Arahan wali kota pasti kami tindak lanjuti melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD). Kalau anggarannya tersedia, pasti kami adakan,” jelasnya.
Abdu Safa mengungkapkan, kebutuhan laptop bagi guru negeri di Bontang disebut telah terpenuhi.
Sementara itu, jumlah guru swasta di Kota Bontang diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang.
“Kami belum tau akan ada di perubahan tahun ini atau tidak, kami lihat dulu ketersediaan anggarannya,” tandasnya.

