EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pemerintah Kota Bontang mengambil langkah serius dalam menangani lonjakan kasus suspek campak yang terjadi sepanjang awal tahun 2026. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan mitigasi menyeluruh guna menekan penyebaran penyakit tersebut.
Berdasarkan data periode Januari hingga Maret 2026, jumlah suspek campak di Kota Bontang tercatat sebanyak 120 anak, atau mengalami penambahan 22 kasus. Sebagian besar pasien, menurut Neni, telah dinyatakan sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa.
“Dari total 120 orang yang tercatat sebagai suspek campak, sebagian besar saat ini telah sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Sementara itu, pasien yang masih menjalani perawatan ditempatkan di ruang khusus guna mencegah penularan lebih lanjut. Neni menegaskan bahwa langkah pencegahan harus terus diperkuat, meskipun mayoritas kasus telah tertangani.
Ia menjelaskan bahwa penanganan campak dapat dilakukan dengan langkah sederhana, yakni melalui vaksinasi serta peningkatan kewaspadaan orang tua terhadap anak.
“Orang tua harus terus diedukasi. Bayi jangan mudah disentuh atau dicium sembarang orang,” tuturnya.
Selain itu, orang tua juga diimbau menjaga pola hidup bersih serta memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup guna meningkatkan daya tahan tubuh.
Untuk pasien yang dirawat, Neni meminta tenaga kesehatan memberikan suplemen vitamin A dengan dosis tinggi sesuai ketentuan medis.
“Untuk pasien yang dirawat, tim kesehatan diminta memberikan suplemen vitamin A dengan dosis tinggi. Namun tetap harus sesuai dengan edaran Ikatan Dokter Anak Indonesia,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, Dinas Kesehatan diminta mengerahkan kader posyandu untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan vaksin. Pendekatan serupa juga dilakukan dengan mendatangi lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh wilayah.
“Fasilitas kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, diminta turun langsung ke lapangan melakukan pendekatan door to door dan sweeping,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bahtiar Mabe, melalui Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Yusuf Lensa Hamdan, mengakui adanya lonjakan kasus campak yang tersebar di sejumlah kelurahan.
“Data terbaru menunjukkan ada 120 kasus suspek campak. Paling banyak berada di Kelurahan Api-Api,” ungkap Yusuf.
Ia memastikan bahwa upaya pengobatan dan pencegahan penyebaran terus dilakukan secara masif di seluruh wilayah.
Langkah intensif ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bontang untuk menekan penyebaran campak sekaligus meningkatkan cakupan vaksinasi anak di tengah meningkatnya kasus.

