EKSPOSKALTIM, Bontang – Kota Bontang tak pernah sepi dari orang-orang berprestasi. Banyak putra daerah kota gas dan kondesat ini yang memiliki segudang prestasi, namun jarang terekspos atau diketahui khalayak ramai. Olehnya itu, Eksposkaltim akan menguak prestasi mentereng dari seorang remaja, putra dari pasangan Nur Sahid dan Endah Sri Wahyuni yang bernama Faizal Husni.
Remaja kelahiran Bontang 27 Nopember 1998 ini memiliki prestasi yang sangat luar biasa di bidang akademik, pun berhasil menyabet sejumlah medali dari berbagai kompetisi.
Sejak masih di bangku sekolah dasar (SD), putra ketiga dari General Manager (GM) PT Pupuk Kaltim ini telah menjuarai sederet perlombaan, dan berlanjut hingga ia duduk dibangku sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA).
Prestasi yang pernah diraih Faizal sejak masih SD diantaranya, Juara beregu Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Catur Putra Tingkat Provinsi Kalimantan Timur, Juara beregu Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Catur Putra Tingksat Provinsi Kalimantan Timur, Juara 2 Lomba tafiz AlQur'an se SD-2 YPK Bontang, dan Juara 2 Lomba tafiz AlQur'an se SD-2 YPK Bontang.
Beranjak SMP, prestasi remaja yang hobi membaca dan berenang ini berhasil menambah koleksi medalinya dari ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Studi Fisika.
Ia juga berhasil meraih gelar emas dan the best teori mewakili Provinsi Banten pada tahun 2013. Selain itu, ia pun menjuarai lomba catur antar pelajar Kota Tangerang Selatan, dan juara 1 beregu Einstein Competition di Pekan Ilmiah Fisika tingkat SMA UNJ Jakarta.
Seiring berjalannya waktu, Faizal semakin matang mempersiapkan diri untuk menggapai prestasi lainya. Terbukti, pada bulan Mei 2015 lalu ia kembali mewakili Provinsi Banten di Yogyakarta, dan menyandang gelar juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika tingkat SMA.
Namun di tahun ini, Faizal tidak lolos tahap 2 dalam seleksi mewakili Indonesia dalam International Phisyc Olimpiad (IPHO) 2016 di Swiss.
“Tapi di bulan Juni 2016, saya lolos babak penyisihan ISMOC (Indonesia Science & Mathematic Olympiad Chellenge). Dan di tanggal 14 Agustus 2016 lalu, saya juga mendapatkan medali Perak pada kejuaraan ISMOC tersebut,” ujar Faizal dikediamannya, di jalan Manggar No. 08 PC-6 PKT, Kota Bontang, Selasa (16/8).
Baginya, tak ada kiat khusus dalam menghadapi berbagai perlombaan kecuali belajar dan berdoa. Selebihnya dijalani tanpa beban, sehingga operasi dasar dalam perhitungan matematika (Aritmatika) menjadi hal biasa, begitu pula dengan ilmu fisika yang ia kuasai.
Hal lain yang sangat berperan dalam pembentukan karakter Faizal, yakni karena menghabiskan hari-harinya dengan tinggal di asrama. Dalam urusan ibadah, Faizal tidak pernah meninggalkan sholat lima waktunya. Bahkan, mulai dari kecil hingga kini faizal sudah menghatamkan Al-Qur'an sebanyak 10 kali.
“Asrama Kharisma Bangsa, pondok Cabe Tangerang Selatan mengajarkan banyak hal bagi saya. Mengajarkan disiplin dan konsentrasi dalam menimbah ilmu,” cakapnya
Bagaimana tidak, setiap harinya siswa-siswi di asrama ini diwajibkan bangun sepagi mungkin untuk mengerjakan shalat subuh. Kemudian melakukan kegiatan belajar mengajar, dengan bimbingan para senior yang telah terlebih dahulu meraih medali dan mengukir prestasi.
Selain itu, kata dia, penggunaan HP di dalam asrama juga dibatasi. Siswa hanya diperbolehkan membawa hp tanpa kamera, dan tanpa jaringan koneksi internet. Di akui atau tidak, sekolah bertaraf Internasional Kharisma Bangsa School Of Global Education tersebut menjadikan Faizal sebagai pribadi yang lebih berkwalitas, sehingga segudang prestasi bisa dengan mudah diraihnya.
“Kepada semua kawan-kawan di Bontang dan kalimantan Timur pada umumnya, jangan menyia-nyiakan masa muda, dan tetap percaya diri bahwa kita mampu bersaing dengan pelajar dari seluruh Indonesia bahkan dunia.
Dia menjelaskan, setiap anak memiliki bakat dan kemampuan masing-masing yang dapat di kembangkan. Jadi, jangan takut untuk bermimpi setinggi-tingginya, serta jangan cepat puas dengan apa yang telah diraih, karena ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. (ADV)

