PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pesut Mahakam di Ambang Punah, Menteri LH Ultimatum Tongkang Batu Bara

Home Berita Pesut Mahakam Di Ambang P ...

Populasi pesut Mahakam yang diperkirakan hanya tersisa 66 ekor memicu intervensi langsung pemerintah pusat. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengultimatum aktivitas tongkang batu bara di dua sungai konservasi di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, yang menjadi habitat inti mamalia air tawar endemik tersebut.


Pesut Mahakam di Ambang Punah, Menteri LH Ultimatum Tongkang Batu Bara
Menteri Lingkungan Hanif Faisol di Balikpapan. Foto: Dok.Ekspos

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Populasi pesut Mahakam yang diperkirakan hanya tersisa 66 ekor menarik perhatian khusus pemerintah pusat. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengultimatum aktivitas tongkang batu bara di dua sungai konservasi di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, yang menjadi habitat inti mamalia air tawar endemik tersebut.

Hanif dijadwalkan meninjau langsung habitat pesut di Sungai Mahakam, Sabtu (7/2), guna merumuskan langkah darurat penyelamatan. Salah satu fokus utama evaluasi adalah aktivitas tongkang batu bara di sungai-sungai kecil yang selama ini menjadi wilayah jelajah pesut.

Meski dalam setahun terakhir tercatat tujuh kelahiran baru, kematian tiga individu menunjukkan tekanan terhadap ekosistem Mahakam masih tinggi. Kondisi ini, menurut Hanif, menuntut tindakan cepat dan terkoordinasi lintas kementerian.

“Kami akan memastikan dan mengimbau agar mereka, pengusaha batu bara, mengakhiri aktivitasnya di dua sungai utama yang menjadi habitat pesut,” kata Hanif di sela kunjungan kerja di Balikpapan, Jumat (6/2/2026) sore.

Dua sungai tersebut hingga kini masih dilalui tongkang batu bara, meski telah ditetapkan sebagai sungai konservasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selain itu, lebar sungai dinilai tidak memenuhi syarat sebagai jalur angkutan tongkang berdasarkan ketentuan Kementerian Perhubungan.

Hanif menegaskan penyelamatan pesut Mahakam tidak bisa dilakukan secara sepihak. Pemerintah akan melibatkan KKP, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan perlindungan habitat berjalan efektif.

Ia juga membuka kemungkinan penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran yang mengancam kelestarian pesut. “Sungai Mahakam merupakan satu-satunya habitat pesut air tawar di Indonesia yang harus kita selamatkan,” tegasnya.

Ancaman terhadap pesut Mahakam bukan hal baru. Pada Rabu, 5 November 2025, seekor pesut jantan bernama Upin ditemukan mati tersangkut di keramba milik warga di Dusun Kuyung, Desa Sebemban, Kecamatan Muara Wis.

Ketua Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), Danielle Kreb, mengatakan Upin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa saat tersangkut di keramba. Pesut yang lahir pada Juli 2022 itu memiliki panjang tubuh 174 sentimeter dan berat 104 kilogram. Bangkai pesut kemudian dievakuasi ke Stasiun Pengamatan Pesut RASI untuk dilakukan nekropsi serta pengambilan sampel organ guna uji laboratorium.

Danielle menambahkan jumlah pasti populasi pesut Mahakam bersifat dinamis dan belum dapat dipastikan pascakejadian tersebut, karena sepanjang 2025 terjadi kelahiran dan kematian individu.

Berdasarkan pemantauan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Yayasan RASI hingga Oktober 2025, populasi pesut Mahakam tercatat sebanyak 62 ekor, sebelum adanya pembaruan data kelahiran dan kematian terbaru.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :