PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Risiko Banjir di Mahakam Jadi Sorotan, 1.600 Personel Disiapkan

Home Berita Risiko Banjir Di Mahakam ...

Polda Kaltim mengerahkan 1.600 personel untuk menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi membawa curah hujan ekstrem dan banjir di sejumlah wilayah. 


Risiko Banjir di Mahakam Jadi Sorotan, 1.600 Personel Disiapkan
TNI dan Polri serta instansi terkait kebencanaan menyiagakan ribuan personel mengantisipasi musim puncak hujan. Foto: Ist

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Polda Kalimantan Timur menyiapkan langkah penuh menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan. Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro menyampaikan kesiapsiagaan itu saat memimpin simulasi tanggap darurat di BSCC Dome Balikpapan, Sabtu (6/12). Latihan ini melibatkan personel gabungan dari kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, dan relawan.

Endar menyebut sedikitnya 1.600 personel kepolisian telah disebar di seluruh wilayah Kaltim, ditopang ribuan personel lintas instansi untuk mempercepat respon ketika bencana terjadi. “Prinsip utama dalam penanganan bencana adalah kecepatan respon. Semakin cepat kita bergerak, semakin kecil dampaknya bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, seluruh personel sudah memahami tugas dan alur koordinasi melalui simulasi terpadu ini. Latihan memastikan tiap unsur menguasai peran mulai dari evakuasi, pengamanan lokasi, pengoperasian dapur umum, hingga penanganan pengungsi. “Simulasi ini memastikan semua stakeholder mengetahui siapa berkomunikasi dengan siapa, bagaimana alur tindakan, serta apa yang harus dilakukan dalam hitungan menit,” kata Endar.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia termasuk negara paling rawan bencana, menempati posisi ketiga pada World Risk Index 2025. Kondisi itu diperberat prediksi BMKG terkait curah hujan ekstrem 100–140 mm per hari hingga Januari 2026 di sejumlah wilayah Kaltim. “Di saat bersamaan, tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai dua meter dan berpotensi memicu banjir rob di pesisir Balikpapan, Samarinda, hingga Berau. Ini tentu menjadi potensi ancaman,” sebutnya.

Polda Kaltim juga menyiapkan sarana pendukung seperti kendaraan operasional, perlengkapan evakuasi, dapur lapangan, posko darurat, patroli gabungan, dan edukasi mitigasi untuk masyarakat di daerah rawan.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menilai simulasi bencana menjadi kunci agar seluruh unsur memahami peran masing-masing. “Kalau tidak ada simulasi, kita tidak tahu harus mengerjakan apa. Inilah gunanya simulasi antara Polda Kaltim, Kodam Mulawarman, Basarnas, dan seluruh relawan,” ujarnya.

Ia menegaskan kesiapsiagaan harus tetap dimaksimalkan meski semua berharap bencana tidak terjadi. “Kami sudah siap menjalankan apa pun yang terjadi. Namun kita tetap berdoa agar bencana tidak menimpa Kalimantan Timur,” kata Seno.

Seno juga menyoroti deforestasi yang memperburuk risiko banjir dan longsor. Ia menyebut kondisi hutan di Kaltim “sudah kritis” dan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Kementerian LHK untuk menekan pembalakan liar. “Hutan di Kalimantan Timur adalah paru-paru dunia. Kita harus jaga agar tidak terjadi kerusakan yang memperburuk bencana,” tegasnya.

Ia memberi perhatian pada kawasan hulu Sungai Mahakam, termasuk Mahakam Ulu dan Kutai Barat, yang berpotensi mengalami peningkatan debit air hingga akhir tahun. Pemerintah kabupaten diminta memperkuat sosialisasi kepada warga. “Kami minta masyarakat segera menghindari lokasi-lokasi darurat saat kondisi air naik signifikan,” ujarnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :