PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Recall Airbus A320 Mendunia, Bagaimana dengan Kaltim-Kaltara?

Home Berita Recall Airbus A320 Mendu ...

Seluruh penerbangan di Balikpapan, Samarinda, Berau, Tarakan, Palangkaraya, dan Pangkalan Bun tetap aman, meski ribuan Airbus A320 tengah dir-ecall secara global akibat gangguan sistem kendali penerbangan.


 Recall Airbus A320 Mendunia, Bagaimana dengan Kaltim-Kaltara?
Ilustrasi penerbangan Batam-China menggunakan pesawat Airbus A320 milik maskapai Citilink. JIBI/Rifqi Setiawan Lubis

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII memastikan tidak ada pesawat Airbus A320 dan tipe sejenis yang beroperasi di Balikpapan, Samarinda, Berau, Tarakan, Palangkaraya, dan Pangkalan Bun yang terdampak gangguan sistem pemicu recall global ribuan armada Airbus pekan lalu.

Kepala Otban Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, menyatakan operasional penerbangan di enam bandara tersebut berjalan normal. “Di wilayah kerja Otban VII, seluruh penerbangan berjalan lancar dan tidak ada kendala signifikan. Namun kami tetap melakukan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi sesuai arahan pimpinan di kantor pusat,” ujarnya, Selasa (1/12).

Indonesia memiliki 207 pesawat Airbus, dan 143 unit di antaranya aktif melayani rute domestik. Dari jumlah itu, 38 pesawat atau sekitar 26 persen teridentifikasi terdampak gangguan sistem yang mencuat secara global.

“Ada lima maskapai yang unit Airbus-nya terdampak dan harus menjalani perbaikan. Tapi dapat kami pastikan tidak ada armada yang melayani rute di bandara kami,” tegasnya.

Ia menambahkan seluruh perbaikan terhadap armada yang bermasalah telah tuntas sejak Senin dini hari. “Berdasarkan rapat Minggu malam, diperkirakan seluruh sisa pesawat dapat diselesaikan pada Senin subuh. Dan benar, sekitar pukul 05.00 seluruh pesawat telah selesai diproses,” ujarnya. Dengan begitu, operasional Airbus A320 di Indonesia dinyatakan kembali normal.

Recall global terhadap keluarga Airbus A320 muncul setelah ditemukannya malfungsi pada perangkat lunak kendali penerbangan, khususnya komponen Elevator and Aileron Computer (ELAC). Masalah ini bisa memicu perintah kendali tidak sesuai saat pesawat berada di ketinggian jelajah, ketidakstabilan elevator dan aileron akibat korupsi data perangkat lunak, dan peningkatan risiko pada pesawat yang memakai versi software terbaru yang sensitif terhadap radiasi matahari.

Regulator di sejumlah negara menyebut masalah dapat diatasi melalui rollback software, pembaruan sistem, atau penggantian hardware pada sebagian unit yang lebih tua. Setelah perbaikan massal dilakukan, mayoritas pesawat dinyatakan aman kembali beroperasi.

Ferdinan menegaskan penanganan dilakukan maksimal oleh otoritas pusat dan wilayah. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah bergerak cepat melakukan penanganan. Semua operasional kini kembali normal,” katanya.

Ia memastikan semua bandara di bawah Otban Wilayah VII tetap melayani penerbangan seperti biasa dan tidak ada gangguan layanan akibat isu teknis Airbus A320.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :