google-site-verification: google21951ce8c6799507.html
PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kaltim Jadi Provinsi Terdepresi Nomor Dua: MUI Turun Tangan

Home Berita Kaltim Jadi Provinsi Terd ...

Kaltim yang dikenal kaya justru menanggung beban lain: tingkat depresi tertinggi nomor dua di Indonesia. MUI turun langsung membuka pendampingan agama dan keluarga untuk meredam lonjakan gangguan mental yang makin terasa di masyarakat.


Kaltim Jadi Provinsi Terdepresi Nomor Dua: MUI Turun Tangan
ILUSTRASI Balikpapan. Foto: Pemkot Balikpapan

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berupaya menekan tingginya angka depresi di Kalimantan Timur melalui pendekatan agama dan kekeluargaan. Kaltim menempati urutan kedua secara nasional dengan tingkat depresi 2,2 persen.

Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 oleh Kemenkes mencatat angka depresi nasional hanya 1,4 persen, atau satu dari seratus penduduk usia 15 tahun ke atas mengalami depresi.

"Ada beberapa pola yang akan kami terapkan untuk menurunkan depresi, antara lain dengan pendampingan dan pembinaan, pendekatan keagamaan, serta pendekatan keluarga," ujar Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) MUI Kaltim Gina Saptiani di Samarinda, dikutip dari ANTARA, Jumat (28/11).

MUI Kaltim mengaku prihatin melihat kondisi warganya yang masih banyak mengalami depresi. "Saya ikut miris, ternyata di Kaltim jumlah orang depresi sangat tinggi, padahal Kaltim termasuk daerah kaya, ekonomi masyarakat tercukupi. Bahkan tingkat depresi Kaltim berada di posisi dua di Indonesia," katanya.

Sepuluh provinsi dengan tingkat depresi tertinggi adalah Jawa Barat 3,3 persen, Kaltim 2,2 persen, Sulawesi Selatan dan Banten sama-sama 1,7 persen. Disusul Sulawesi Tengah, DIY, dan DKI Jakarta masing-masing 1,5 persen, Sulawesi Utara 1,4 persen, NTB 1,3 persen, dan Sumut 1,2 persen.

"Penduduk Kaltim mayoritas Islam, maka asumsi saya, mereka yang depresi kebanyakan adalah orang Islam, sehingga kami ingin melihat apa penyebabnya sekaligus ingin membantu memulihkan mereka," ujarnya.

Ia menegaskan kesiapan MUI membantu semua pihak menanggulangi depresi agar lebih banyak warga yang kembali hidup bahagia.

Kabid Pelayanan Medis RSJD AHM Kaltim Dini Andriyanti mengatakan pihaknya menjalankan diagnosis, perawatan, dan rehabilitasi pasien gangguan mental. Penyebab depresi antara lain masalah ekonomi, gagal menikah, pikiran buntu, dan tidak punya tempat bercerita. Banyak laki-laki usia produktif juga stres karena memendam masalah dan gengsi berbagi dengan orang lain.

"Saya gembira karena MUI datang dan ingin membantu menangani depresi. Semoga ke depan ada kerja sama berkelanjutan, karena semakin banyak pihak yang terlibat, maka makin cepat penanganannya," ujar Dini


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :

Komentar Facebook

komentar