BONTANG, EKSPOSKALTIM - Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Festival Karaoke Dangdut yang digelar pada 14-15 November 2025.
Kegiatan yang terlaksana berkat kolaborasi Dispopar dengan Bontang Singer Community (BSC) tersebut menjadi wadah resmi bagi para musisi lokal untuk mengekspresikan kemampuan serta meningkatkan kualitas mereka di bidang seni musik.
Langkah Dispopar ini dipandang sebagai salah satu bentuk perluasan ruang kreatif bagi masyarakat, khususnya pelaku seni dangdut yang selama ini membutuhkan sarana kompetitif untuk mengembangkan bakat.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispopar Bontang, Doddy Rosdian, menegaskan bahwa penyediaan ruang berkesenian merupakan bagian penting dari strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Tujuannya adalah memberikan ruang berekspresi dan berkreasi bagi para musisi, khususnya di sektor ekonomi kreatif seni musik. Kami menyediakan wadah untuk teman-teman berkompetisi, berlomba, dan berkembang bersama,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
Melalui festival ini, Dispopar Bontang tidak hanya menghadirkan ajang kompetisi, tetapi juga mengarahkan proses pembinaan dengan menggandeng komunitas lokal. Penyelenggaraan yang melibatkan BSC tersebut memungkinkan identifikasi potensi penyanyi lokal secara lebih terstruktur, mengingat tahun ini peserta masih dikhususkan bagi warga yang berdomisili di Kota Bontang.
Sebanyak 15 grup duet turut ambil bagian dalam kegiatan ini, dengan komposisi peserta yang beragam, yakni duet pria, wanita, maupun campuran. Keikutsertaan kelompok penyanyi dengan kemampuan yang berbeda-beda memudahkan Dispopar dan BSC memetakan potensi serta kebutuhan pengembangan di bidang seni musik dangdut.
Upaya Dispopar dalam pembinaan juga mendapat dukungan dari pemangku kepentingan lainnya. Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Bontang, Lukman, menyampaikan harapannya agar cakupan peserta dapat diperluas pada penyelenggaraan berikutnya, sehingga kompetisi dapat berlangsung lebih ketat dan menghadirkan ruang pembelajaran yang semakin luas bagi pelaku seni.
Selain memberikan ruang ekspresi, festival ini menjadi bagian dari strategi Dispopar dalam menangkap peluang penguatan ekonomi kreatif melalui seni musik. Penyelenggaraan yang konsisten diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih percaya diri berkarya serta melahirkan talenta baru yang dapat berkontribusi pada dinamika industri kreatif di Kota Taman.

