Samarinda, EKSPOSKALTIM – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mendesak PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat mengantisipasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon yang mulai meresahkan warga di sejumlah daerah.
Rudy menegaskan sebagai daerah penghasil energi nasional, Kaltim tak seharusnya mengalami krisis distribusi energi bersubsidi. Ia meminta Pertamina segera memastikan penyaluran gas berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Gas melon ini kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku UMKM. Sekarang di beberapa wilayah seperti Samarinda dan Balikpapan sudah sulit didapat. Saya sudah berkoordinasi langsung dengan Pertamina supaya masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil, tidak kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Rudy Mas’ud di Samarinda, Senin (7/10).
Kelangkaan gas melon belakangan memicu antrean panjang dan lonjakan harga di tingkat pengecer, yang bahkan melampaui harga eceran tertinggi (HET).
Rudy meminta Pertamina menambah alokasi LPG 3 kg di wilayah yang mengalami kelangkaan, sekaligus memperketat pengawasan agar penyaluran subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Pertamina harus pastikan distribusi lancar dan tepat sasaran. Pemerintah Provinsi akan terus bersinergi mengawal agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Executive GM PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga ketersediaan energi di Kaltim, baik gas LPG maupun bahan bakar minyak. “Pertamina terus memastikan suplai energi aman dan program strategis berjalan untuk mendukung ketahanan energi di Kaltim,” ujarnya.

