Bontang, EKSPOSKALTIM - Polres Bontang menggelar Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan melibatkan 300 personel dari TNI, Pemkot, Dinas Kesehatan, Damkar, BPBD, Balai TNK, MPA, RAPI, Orari, AGNI, DLH, dan unsur masyarakat, Kamis (14/8).
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam pencegahan karhutla. “Pencegahan itu lebih mudah. Api bisa membakar hutan dalam sehari, tapi butuh puluhan tahun untuk tumbuh kembali,” ujarnya.
BPBD mencatat tiga titik asap terdeteksi di kawasan perusahaan PT PKT, PT Badak, dan PT EUP. Lokasi itu bukan area umum sehingga relatif mudah dipantau. Meski begitu, Polres tetap melakukan patroli, sosialisasi, dan pemasangan imbauan di wilayah rawan.
Widho mengingatkan masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga menegaskan penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan. “Intinya kita terus mengedukasi dan mengingatkan masyarakat,” katanya.
Dalam apel tersebut, Polres menetapkan delapan arahan, mulai dari melaksanakan tugas dengan ikhlas, berkoordinasi lintas instansi, patroli rutin, penegakan hukum, optimalisasi sarana, menjaga kekompakan, hingga menjaga kesehatan dan berdoa.

