EKSPOSKALTIM, Bontang - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang Ahmad Yani tak ingin bergantung dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam melaksanakan kegiatan, seperti halnya sosialisasi penanggulangan bencana yang giat dilakukan akhir-akhir ini.
Berupaya mengoptimalkan program ditengah upaya meminimalisir pengeluaran pasca devisitnya anggaran Kota Bontang, merupakan hal yang sulit namun mesti dilakukan. Olehnya itu, dalam melakukan sosialisasi ataupun kegiatan lain nantinya, dia akan melibatkan pihak terkait guna penghematan biaya.
"Kita semua tahu bahwa kita mengalami devisit. Namun jika ingin melakukan kegiatan rutin seperti sosialisasi pencegahan kebakaran, tentu harus berpikir pada dana, tapi jangan juga terlalu bergantung pada APBD," tegas Yani, di Kantor BPBD Bontang, Kamis (4/8) siang tadi.
Kendati defisit, Yani mengaku kinerja BPBD tidak akan terganggu. BPBD akan selalu siap dan terbuka jika masyarakat ingin mendapatkan ilmu, ataupun sosialisasi mengenai penanganan dan pencegahan bencana, baik kebakaran maupun bencana lainnya.
"Kami siap untuk dipanggil, tinggal mengajukan saja surat kesini, pasti kami akan terjun kelapangan. Bahkan kalau alat kami dibutuhkan, kami akan menyediakan untuk terlaksananya kegiatan sosialisasi. Ini bisa mengurangi pengeluaran kita, karena masyarakat langsung yang memanggil kita," ujarnya.
Dalam kegiatan penanggulangan bencana, memang diperlukan adanya keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat. Dan jika masyarakat sadar akan hal ini, maka suatu bencana bisa tertangani dengan cepat tanpa harus menunggu pihak BPBD datang ke TKP.
"Sudah banyak ini yang meminta kami datang untuk memberikan sosialisasi. Kami diundang seperti Kelurahan, RT, dan Majelis-Majelis taklim, semuanya akan kami layani, yang mau silahkan mengajukan surat ke kantor kami," celetuknya.

