PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Fahlika dari Bontang Tembus MTQ Kaltim: Istimewa Bukan Halangan

Home Berita Fahlika Dari Bontang Temb ...

Fahlika dari Bontang Tembus MTQ Kaltim: Istimewa Bukan Halangan
Fahlika yang kegirangan saat berfoto dengan pelatihnya. Foto: Ekspos

Bontang, EKSPOSKALTIM – Fahlika Febyanti (16), siswi berkebutuhan khusus dari Kota Bontang, mewakili daerahnya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XLV tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2025 di Kabupaten Kutai Timur. Meski mengalami gangguan penglihatan dan autisme, semangatnya untuk terus mengaji dan berprestasi tak pernah surut.

Fahlika kini duduk di kelas 2 SMA luar biasa, khusus tunanetra, dan menempuh pendidikan di SLB Kota Bontang, Jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Bontang Kuala. Sejak kecil, ia terbiasa mendengar lantunan ayat suci dari audio yang diputar guru-gurunya. Dari situlah kecintaannya terhadap Al-Qur’an tumbuh.

“Dari sekolah diputarkan ayat-ayat Al-Qur’an lewat audio, gurunya rutin mengajarkan,” tutur sang ibu, Siti Kanifa (37), saat ditemui EKSPOSKALTIM, Kamis (10/7).

Fahlika merupakan anak pertama dari Siti. Ia tinggal bersama ibunya dan ayah sambung, Rizal (40), yang bekerja serabutan sebagai kuli bangunan, nelayan, atau tukang, sedangkan ibunya menjadi asisten rumah tangga.

Sejak masuk TK di SLB, Fahlika kerap menangis. Namun lambat laun ia mulai terbiasa. Siti mulai menyadari kondisi khusus anaknya sejak usia empat bulan, dan diagnosa autisme baru muncul saat Fahlika berusia empat tahun. Dokter menyebut hal itu kemungkinan akibat kelahiran prematur yang berdampak pada matanya.

Kini, Fahlika rutin berlatih mengaji bersama guru khusus. Ia tidak menggunakan huruf Braille karena kesulitan sensorik akibat autismenya, tapi mengandalkan daya ingat dan pendengaran untuk menghafal.

“Kalau ‘maqro’ (potongan surah yang dilombakan), direkam dulu, lalu dia dengar terus sampai hafal. Biasanya seminggu sudah lancar,” jelas Siti.

Fahlika sudah tiga kali berturut-turut menjadi juara 1 MTQ tingkat Kota Bontang. Ia juga pernah meraih Juara Harapan I dan Juara III di tingkat provinsi.

Namun di balik prestasi itu, tak sedikit cibiran datang. Siti mengaku keluarganya pernah dituduh mencari keuntungan dari kondisi anaknya karena aktif memposting kegiatan mengaji dan bershalawat Fahlika di media sosial.

“Ada yang bilang kami manfaatin kekurangan anak buat cari uang. Padahal kami tidak pernah menerima bantuan dana dari mana-mana. Semua biaya dari kerja sendiri,” katanya dengan nada getir.

Bahkan ada keluarga yang tiba-tiba meminta agar Fahlika dibelikan emas, hanya karena tahu Fahlika juara dan menerima hadiah. “Orang cuma lihat anakku menang, dikira kami punya uang. Padahal perjuangan buat sekolah dan kesehatannya itu berat sekali,” ucap Siti.

Tentang peran ayah kandung Fahlika, Siti enggan banyak bicara. Ia hanya menegaskan bahwa selama ini, kebutuhan anaknya lebih banyak dipenuhi oleh ayah sambung. “Yang penting, anak ini tetap sekolah, tetap mengaji, dan kami tetap mendukung. Urusan siapa yang bantu dan siapa yang tidak, biar Allah yang tahu,” ujarnya singkat.

Siti berharap, orangtua lain yang memiliki anak berkebutuhan khusus tidak menyerah dan terus menggali potensi anaknya. “Jangan pedulikan omongan orang. Kalau kita sabar, insyaallah akan kelihatan kemampuan mereka. Anak-anak ini luar biasa, hanya butuh waktu dan cinta,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%50%0%0%50%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :