PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Respons Pertamina atas Kritik JATAM soal Semburan Gas di Sanga-Sanga

Home Berita Respons Pertamina Atas Kr ...

Respons Pertamina atas Kritik JATAM soal Semburan Gas di Sanga-Sanga
Sumur migas LSE-P7-15 menyemburkan lumpur bercampur gas pada 19 Juni lalu. Foto: Bontang Post

Samarinda, EKSPOSKALTIM – Pertamina membantah tudingan abai dalam insiden semburan gas dan lumpur di Kelurahan Jawa, Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara. Perusahaan mengeklaim telah menangani semburan dalam tiga hari, menyalurkan bantuan, dan memulihkan layanan air bersih.

“Kejadian ini merupakan risiko yang telah dimitigasi dalam setiap kegiatan pengeboran migas,” kata Dony Indrawan, Manager Communication Relations and CID Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sabtu (5/7).

Menurut Dony, perusahaan langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait. Langkah yang dilakukan antara lain pengukuran kualitas udara dan air, serta penyediaan bantuan kesehatan dan logistik bagi warga terdampak.

Air bersih disalurkan melalui depo air setempat. Perusahaan juga membuka posko kesehatan dan memberikan perlengkapan serta asupan penunjang kesehatan.

Untuk memulihkan layanan air bersih PDAM, Pertamina bekerja sama dengan PDAM Tirta Mahakam. Upaya yang dilakukan meliputi pengurasan dan pembersihan instalasi pengolahan air (WTP), penggantian media filter, dan pembilasan jaringan pipa.

Pada 27 Juni 2025, PDAM menyatakan hasil laboratorium menunjukkan air sudah memenuhi baku mutu. Air dinyatakan aman digunakan untuk keperluan rumah tangga. Informasi ini diumumkan kepada pelanggan pada 1 Juli 2025.

"Perusahaan akan terus mengevaluasi dan mengambil langkah pencegahan. Perusahaan berkomitmen menjalankan operasi migas yang aman, andal, dan patuh pada peraturan," jelas Dony.

Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim menuding Pertamina dan kontraktor pengeboran PT PDSI tidak transparan dan abai terhadap prosedur keselamatan, termasuk tidak adanya sosialisasi atau dokumen AMDAL yang terbuka. Bantuan yang diberikan dinilai tidak layak dan memicu ketegangan antarwarga.

JATAM mendesak pencabutan izin pengeboran sumur LSE-P715 dan pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut tuntas penyebab dan dampak insiden. Mereka juga meminta kompensasi layak serta pemulihan lingkungan secara menyeluruh.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :