PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

VIDEO CONFERENCE, WAWALI BASRI ULAS MISI SMART CITY BONTANG

Home Berita Video Conference, Wawali ...

VIDEO CONFERENCE, WAWALI BASRI ULAS MISI SMART CITY BONTANG
Suasana Video Confrence Pemerintah Kota Bontang yang berlangsung di Auditorium Eks Walikota Bontang. (Eksposkaltim/Slamet Riyadi)

EKSPOSKALTIM, Bontang  - Visi Misi Smart City Kota Bontang, dinilai sejalan dengan misi Cyber Provinsi Kaltim menuju kaltim yang maju 2018.

Hal ini disampaikan Wakil Walikota Bontang Basri Rase kepada Asisten III Bidang Kesejahteraan Pemprov Kaltim Rakyat Bere Ali, dalam video conferencenya bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Ketua Komisi Informasi Publik, dan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), yang berlangsung di Auditorium Eks Kantor Walikota Bontang, Jalan Awang Long, Bontang Baru, Kamis (28/7).

Basri Rase mengungkapkan, tahapan realisasi Smart City Bontang yang sinergi dengan Cyber Provinsi ini sudah mencapai 30 persen. Salah satunya, sistem database yang saat ini dikelola Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo).

“Kebetulan misi ini sejalan pak, kami sudah terapkan berupa sistem database yang dikelola Dishub. Selain itu, kami juga telah meningkatkan kualitas pelayanan dengan menggunakan beberapa aplikasi yang mempermudah dalam proses pelayanan, telah tersedia 12 aplikasi pelayanan yang telah berjalan,” kata Basri dalam laporan video conferencenya.

Basri menambahkan, Pemkot Bontang juga telah menyediakan 23 Website untuk Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD). Melalui web ini, akan lebih mudah mendapatkan informasi terkait SKPD terkait.

“Saat ini, website yang berjalan berjumlah 23 di SKPD. Namun, belum semua SKPD terakomodir fasilitas web ini. Terkait pelayanan perawatannya, kami juga memiliki 15 orang teknisi. Tujuannya, untuk melakukan penyempurnaan atau peningkatan kualitas pelayanan,” jelasnya.

Diakui Basri dalam laporannya, rasionalisasi dana perimbangan dan dana alokasi khusus menjadi kendala yang dihadapi Bontang saat ini. Akibatnya, sejumlah program serta peraturan pun harus dirubah.

“Salah satu yang jadi kendala kami pak asisten, berkurangnya dana perimbangan dan dana alokasi khusus yang mengalami pemotongan. Sehingga, perhitungan wajib pun kita lakukan kembali, dan dampaknya ada beberapa peraturan yang harus kita rubah,” tandasnya.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :