PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pemkot Bontang Kucurkan Rp 3,7 Miliar Untuk RKB, BW : Stop Saja Dulu, Utamakan Pelebaran Jalan

Home Berita Pemkot Bontang Kucurkan R ...

Pemkot Bontang Kucurkan Rp 3,7 Miliar Untuk RKB, BW : Stop Saja Dulu, Utamakan Pelebaran Jalan
Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang. (ist)

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pemerintah Kota Bontang mengucurkan anggaran sebesar Rp3,7 miliar untuk pembangunan empat ruang kelas baru (RKB) SDN 012 Tanjut Laut Indah.

Namun hal itu mendapat sorotan dari Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang. Politisi Nasdem ini meminta panambahan RKB ini tidak dilanjutkan.

BW menginginkan agar pemerintah terlebih dahulu merealisasikan keinginan warga RT 29 Kelurahan Tanjung Laut Indah, sebelum merampungkan pembangunan RKB tersebut.

"Mereka mengusulkan dilakukan pelebaran jalan, karena akses mereka hanya 1 meter. Jadi mau dilebarkan sekiranya 2 sampai 3 meter,”  ungkapnya.

Karena menurutnya dengan kondisi jalan saat ini yang hanya memiliki lebar satu meter tidak bisa dilalui mobil, terlebih jika terjadi musibah seperti kebakaran armada pemadam bakal kesulitan mengakses jalan tersebut.

Ia berharap pemerintah memberi kebijakan agar keinginan masyarakat setempat terealisasikan, meski harus menunda pembangunan RKB yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2023 ini.

Bukan tanpa sebab BW meminta pembangunan RKB tersebut ditunda, ia khawatir jika terjadi hal tak terduga seperti kebakaran namun armada pemadam kebakaran kesulitan karena terkendala akses yang sempit. Sehingga dibutuhkan setiap sebuah kebijakan.

"Jalan dan sekolah milik negara, kepentingan keduanya harus bisa diakomodir. Meski pembangunan RKB SDN 012 Tanjung Laut Indah tertunda sementara,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengatakan telah berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait lainnya begitupun dengan lurah dan camat setempat guna mencari solusi.

"Hasil pertemuan yang kita lakukan, disepakati untuk membuat jalan alternatif. Tapi Komisi II tetap menginginkan di bangun di lahan sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya tidak bisa serta merta mengiyakan usulan Komisi II tersebut. Pasalnya bukan wewenangnya, terlebih pelebaran jalan itu juga membutuhkan proses yang panjang karena merupakan aset negara.  (adv)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :