EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Asisten II Pemkot Bontang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Zulkifli membuka sosialisasi gereja ramah anak, di Pendopo Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (07/06/2022).
Dalam sambutannya, Zulkifli menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang dihadapkan dengan berbagai tantangan, sehingga perlu menyadari bagaimana mengelola kemajemukan di tengah bergulirnya demokrasi yang beriringan dengan globalisasi.
Gereja sebagai salah satu simbol penjaga peradaban umat memiliki peran strategis dalam membentuk karakter seseorang, khususnya anak-anak yang merupakan generasi penerus Bangsa.
Dia menyebut, anak yang dididik dalam adab yang baik, akan bertranformasi menjadi manusia yang berakhlak, bermoral, dan bermartabat untuk mampu menjawab tantangan masa depan.
"Di Indonesia, anak menempati porsi 30 persen dari jumlah penduduk dewasa, dan Bontang juga memiliki kondisi yang serupa," ucapnya.
Melalui kegiatan ini, Zulkifli mengajak untuk bersama-sama mengoptimalkan fungsi gereja sebagai pusat kegiatan yang berkontribusi terhadap pembentukan karakter anak Bangsa.
"Gereja dapat dioptimalkan sebagai tempat belajar dan meningkatkan aktivitas berekspresi, berkreasi, berinovasi dengan bermain merupakan salah satu cara anak-anak untuk belajar, meski terkadang mereka belum tahu kapan waktunya dan di mana tempat yang tepat untuk bermain," ujarnya.
Lanjutnya, dalam pengembangan gereja ramah anak, dibutuhkan kesiapan dan komitmen pengurus maupun jamaah gereja. Tokoh agama diharapkan agar kembali merangkul anak-anak untuk lebih mencintai rumah ibadahnya dan membuatnya menjadi menarik untuk anak-anak.
Gereja bisa menjadi sarana berkreasi dan berinovasi bagi anak-anak jika dikelola dengan baik. Kegiatan-kegiatan variatif untuk anak, serta menata gereja untuk area/arena khusus anak lebih baik daripada membiarkan anak-anak bermain gawai tanpa batas. Dengan harapan, mereka dapat dekat dengan tempat ibadah.
Penyediaan layanan yang mendekat ke masyarakat dan sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat masa kini menjadi suatu hal yang penting, khususnya untuk pelayanan perempuan dan anak. Karakteristik ini menjadi pembeda, karena ketika sudah ramah untuk anak, biasanya juga akan ramah terhadap dewasa.
"Saya ucapkan terima kasih kepada lembaga mitra yang selama ini memiliki kepedulian dalam pengembangan rumah ibadah, kementerian agama kota Bontang selaku lembaga vertikal yang melakukan pembinaan terhadap gereja," ucapnya.
"Semoga ke depan gereja-gereja di Bontang semakin berwarna dalam mengembangkan gerejanya menuju gereja yang ramah untuk anak," tutupnya.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 orang peserta dari berbagai macam jamaah gereja yang ada di Bontang. Sedangkan secara daring, narasumber dalam kegiatan itu, dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Anak, Ibu Anggin Nuzula Rahmah, Tim Penyusun Pedoman Gereja Katolik Ramah Anak Dari Keuskupan Agung Semarang Romo Markus Nur Widi Pranoto, dan Pendeta Roni Dari Gereja Protestan Nusa Tenggara Timur. (adv)

