28 Januari 2023
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

OPINI : Pembinaan Perpustakaan Sekolah


OPINI : Pembinaan Perpustakaan Sekolah

EKSPOSKALTIM.COM - Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat mengembangkan potensi masyarakat agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional. 

Sebagai sumber belajar, keberadaan perpustakaan mutlak dibutuhkan. Namun, dalam pengelolaannya perpustakaan saat ini masih jauh dari harapan, penggunaan sarana perpustakaan masih belum optimal.

Keadaan ini dimungkinkan karena manajemen sekolah yang kurang mementingkan keberadaan perpustakaan di sekolah, selain itu buku-buku perpustakaan masih berkisar pada buku-buku paket sekolah, sedangkan buku-buku diluar paket masih terbatas jumlahnya, petugas pengelola perpustakaan yang basic pendidikannya diluar disiplin ilmu perpustakaan sehingga pengelolaan perpustakaan kurang professional, serta alokasi dana untuk pengembangan perpustakaan sekolah masih kurang memadai sehingga perpustakaan sekolah masih belum memenuhi standar nasional perpustakaan.

Selain itu perpustakaan sekolah belum berperan penting dalam perkembangan siswa dan komponen sekolah lainnya. Oleh karena itu diperlukan suatu pembinaan terhadap perpustakaan sekolah guna menciptakan perpustakaan yang sesuai standar dan dapat memberikan kepuasan bagi pemustakanya.

Menurut UU RI no. 43/2007 tentang Perpustakaan, “Perpustakaan sekolah/madarasah merupakan bagian integral dari kegiatan pembelajaran dan berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkedudukan di sekolah/madrasah.”

Perpustakaan merupakan hal yang vital di sekolah karena perpustakaan menunjang sarana belajar-mengajar siswa. Siswa yang tidak memiliki buku yang lengkap dapat meminjam di perpustakaan. Perpustakaan sekolah harus berfungsi sebagai sarana yang turut menentukan proses belajar-mengajar yang baik dan mampu memberikan warna dalam proses interaktif edukatif yang lebih efektif dan efisien sesuai dengan misi dan visi yang diemban perpustakaan sekolah. Fungsi perpustakaan sekolah juga dikemukakan oleh Manil Silva dalam (Sinaga 2007:25)

“The main Function of public library, school and other libraries is to provide reading facilities for education, recreation, and research”.

Fungsi perpustakaan sekolah lebih ditekankan kepada fungsi edukatif dan fungsi rekreatif. Hal ini berdasarkan bahwa pemakai perpustakaan sekolah murid-nurid TK sampai siswa sekolah menengah. Pada usia tersebut mereka diarahkan untuk bisa belajar sambil bermain atau learning by playing bagi murid-murid TK sampai Sekolah Dasar. Sedangkan untuk sekolah tingkat menengah atas  sudah bisa melaksanakan campuran learning by doing dengan problem solving.

Kegiatan pendidikan sekarang tidak bertumpu pada guru lagi sebagai salah satu sumber, melainkan dapat dilakukan dalam berbagai sumber misalnya perpustakaan sekolah. Para siswa dapat memanfaatkan sarana perpustakaan untuk digunakan sebagai sarana referensi belajar. Di dalam perpustakaan terdapat berbagai ilmu yang dapat dimanfaatkan oleh setiap siswa. Menurut Bafadal (2008)

Setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi Standar Nasional Perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan. Ini tertuang dalam UU 43/2007 pasal 23 tentang perpustakaan sekolah/madrasah, “Setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan”. Turunan dari UU tersebut dijelaskan di Perka Perpusnas tahun 2017. Untuk SD/MI merujuk pada Perka Perpusnas RI nomor 10/2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan SD/MI, untuk SMP/MTs merujuk pada Perka Perpusnas RI nomor 11/2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan SMP/MTs, dan untuk SMA/MA merujuk pada Perka Perpusnas RI nomor 12/2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan SMA/MA.

SNP sekolah mencakup 1) standar koleksi perpustakaan; 2) standar sarana dan prasarana perpustakaan; 3) standar pelayanan perpustakaan; 4) standar tenaga perpustakaan; 5) standar penyelenggaraan perpustakaan; 6) standar pengelolaan perpustakaan.

Secara garis besar amanat Undang-undang untuk perpustakaan sekolah adalah Pasal 51 (3) dan (5) UU 43/2007 menyatakan bahwa Satuan pendidikan membina pembudayaan kegemaran membaca peserta didik dengan memanfaatkan perpustakaan. Untuk mewujudkan pembudayaan kegemaran membaca, perpustakaan bekerja sama dengan pemangku kepentingan. Dan pasal 23 (6) dinyatakan bahwa “Sekolah/madrasah mengalokasikan dana paling sedikit 5% dari anggaran belanja operasional sekolah/madrasah atau belanja barang di luar belanja pegawai dan belanja modal untuk pengembangan perpustakaan”.

Amanah dari semua regulasi yang ada menjadi tanggung jawab Pemerintah, khususnya Kota Bontang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, untuk membimbing dan membina perpustakaan sekolah agar berjalan sesuai aturan dan standar yang ada guna meningkatkan mutu perpustakaan, meningkatkan daya guna dan hasil guna perpustakaan dalam kerangka relevansi pembangunan.

Adapun kegiatan pembinaan perpustakaan sekolah ini telah dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang sejak bulan Februari 2022, dengan target 122 sekolah (SD, SMP, SMA atau sederajat baik Negeri/Swasta). Dimana pembinaan ini berlangsung sampai dengan bulan Desember 2022. 

Penulis : Lili Jamilah

(Artikel di atas menjadi tanggung jawab penulis, bukan redaksi EKSPOSKaltim.com)

Reporter :     Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0