24 Januari 2022
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dorong Pemulihan Ekonomi, Wawali Najirah Minta Pelaku UMKM Melek Digital


Dorong Pemulihan Ekonomi, Wawali Najirah Minta Pelaku UMKM Melek Digital
Wawali Bontang Najirah saat memberikan sambutan pada acara mentoring pengelolaan dan pengembangan usaha bagi 75 UMKM se-Kota Bontang, Kamis (13/1). (ist)

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Wakil Wali Kota Bontang Najirah menghadiri acara mentoring pengelolaan dan pengembangan usaha bagi 75 UMKM se-Kota Bontang, di Auditorium Taman 3 Dimensi Bontang, Kamis (13/1/2021).

Dalam sambutannya, Najirah mengatakan UMKM adalah kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar di dalam perekonomian Indonesia.

Baca juga : Gelapkan Uang Pembeli Rp 81 Juta, Buronan Polres Kukar Ditangkap di Bontang

Namun sejak wabah Covid-19 pada tahun 2020 yang hingga saat ini tak kunjung usai, terkena dampak yang paling terasa karena pandemi ini, mengakibatkan kegiatan perekonomian menjadi terganggu termasuk di dalamnya para pelaku UMKM,” pungkasnya.

Untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian, kata Najirah, Pemerintah Kota Bontang bersama Badan Amil Zakat terus berupaya untuk menyokong kegiatan usaha di Kota Bontang.

“Supaya bisa terus bergerak dan tumbuh kembali, agar program Pemulihan Ekonomi Nasional (Pen) yang telah kita lakukan pada tahun 2020 sukses, dan kita berharap kegiatan hari ini bisa menjadi pemicu di awal tahun 2022 ini,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Najirah juga meminta para pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan era society 5.0, agar bisa tumbuh dan berkembang di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda hingga saat ini.

“Untuk kita ketahui bersama teknologi komunikasi semakin hari semakin berkembang, dan saat ini kita akan masuk dalam era society 5.0,” tukasnya.

Dijelaskannya, era society 5.0 ini dapat didefinisikan sebagai masyarakat yang berpusat pada manusia yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang sangat mengintegrasikan ruang maya (virtual space) dan ruang fisik (nyata). 

“Tanpa kita sadari pemanfaatan teknologi ini berimbas positif untuk peningkatan UMKM karena melihat tujuan society 5.0 adalah untuk menciptakan masyarakat di mana tantangan sosial diselesaikan dengan memasukkan inovasi revolusi industri keempat ke dalam industri dan kehidupan social,” terangnya.

Dengan adanya perkembangan digital, terutama di masa pandemi covid-19 saat ini, pelaku umkm di Indonesia diperkirakan meningkat dalam rentang 15 sampai 26 persen selama beberapa bulan terakhir.

“Seiring dengan tantangan yang makin berat, peluang di era digital juga semakin terbuka dan mudah bagi kita melihatnya sebagai tantangan atau peluang,” imbuhnya.

Lebih lanjut kata dia, meningkatnya permintaan produk-produk kreatif melalui sektor UMKM, perkembangan gaya hidup digital, sampai bonus demografi tahun 2035 menjadi potensi dalam meningkatkan sektor usaha.

Baca juga : Makrifah Herbal Binaan Pupuk Kaltim Raup Omset Ratusan Juta Selama Pandemi

“Mari kita manfaatkan digitalisasi untuk berusaha. mau tidak mau dengan perkembangan industri 5.0 dan transformasi digital menjadi kata kunci agar detak jantung bisnis tetap hidup, termasuk untuk pengembangan umkm,” serunya.

“Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang mewajibkan kita melakukan pembatasan kegiatan di luar rumah, dan mengikuti protokol kesehatan, menjadikan momentum pandemi ini sebagai pemanfaatan teknologi digital secara tepat,” sambungnya.

Reporter : Redaksi Ekspos Kaltim    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0