EKSPOSKALTIM, Bontang – Keluarga Muhammad Nur Alim mengeluhkan tidak adanya perhatian pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang, untuk memberi penanganan serius terhadap penyakit Nur Alim, bocah 10 tahun penderita penyakit tumor otak.
Pasalnya, sudah hampir setahun Nur Alim dibawa berobat ke rumah sakit tersebut, namun belum menunjukkan tanda-tanda kesembuhan dari penyakit ganas tersebut.
“Gimana saya tidak kecewa ya mas, dari tahun lalu saya periksa ke RSUD Bontang, tapi mereka (pihak RSUD. red) hanya memberikan obat tetes mata TROBOSOM saja,” kata Setianingrum, ibu dari Muhammad Nur Alim, saat di temui di rumahnya di Jalan H Daeng Massese, Desa Sukarahmat, Teluk Pandan, Kutai Timur, Rabu (13/7/16).
Setianingrum mengatakan, selama setahun lebih pihak rumah sakit hanya memberikan obat tetes mata saja, yang berfungsi untuk membersihkan kotoran yang ada di selaput mata, tanpa memberikan perawatan lebih lanjut.
“Dari tahun lalu saya membawa anak saya ke RSUD Bontang, tapi dokter dari rumah sakit itu hanya memeriksa bola mata dan memotret mata anak saya tanpa ada ronsen mata,” katanya kepada Eksposkaltim.
Diberitakan sebelumnya, seminggu sebelum memasuki bulan puasa keadaan dari Muhammad Nur Alim sangat memprihatinkan. Bukan hanya mengalami sakit kepala, namun bocah tersebut sudah mulai kejang disertai demam akibat penyakit tumor otak tersebut. Hingga, Nur Alim terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
Namun, yang paling menyakitkan hati kata Setianingrum, pihak rumah sakit bukannya memberikan kesan yang baik untuk pasien, malah justru menyarankan mengiklaskan anaknya yang keadaanya sudah parah.
“Selain itu, yang paling membuat kami sangat tidak terima dengan kata–kata “Ikhlaskan Saja Pak”. Bukannya memberikan support kepada kami, malah disarankan untuk mengiklaskan keadaan anak kami,” paparnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, setelah mendapatkan perkataan tersebut dari pihak rumah sakit, keluarga korban pun meminta surat rujukan ke RSUD A Wahab Sjahranie Samarinda, karena kecewa dengan pelayanan yang ada di RSUD Taman Husada Bontang ini.
“Siapa yang terima mas dengan kata – kata itu, mereka kan orang–orang terpelajar, masa kata–katanya malah membuat kami putus asa. Jadi kami inisiatif sendiri meminta surat rujukan ke Rumah Sakit AW Sjahranie Samarinda. Dan dari Rumah Sakit di Samarinda ini baru kami mengetahui bahwa anak kami mengidap penyakit tumor otak,” cetusnya.
Mendapati anaknya terkena tumor otak, keluarga Muhammad Nur Alim sangat syok. Kekecewaannya pun makin memuncak terhadap pelayanan RSUD Taman Husada ini, dan tidak terima dengan kondisi yang dialami anak mereka.
“Coba kami mengetahui sejak lama, kalau anak kami mengidap penyakit tumor otak dari rumah sakit yang kami datangi dari tahun lalu, mungkin kondisinya tidak akan separah ini,”ujar Setianingrum.
Ia menambahkan, sekarang ini sang buah hati mengalami kebutaan total akibat dari kanker tersebut, dan harus menahan rasa sakit akibat ditanamkannya slang pada bagian kepala agar dapat menyedot cairan yang ada di otak.

